Mengenal Penyakit Tiroiditis Hashimoto
Connect with us

Catatan Publik

Mengenal Penyakit Tiroiditis Hashimoto

Published

on

TIROIDITIS Hashimoto yang juga disebut Kronik Limfositik Tiroiditis atau Autoimun Tiroiditis, merupakan bentuk dari suatu inflamasi kronik pada kelenjar tiroid.

Inflamasi ini akan merusak kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan penurunan fungsi kelenjar tiroid atau disebut dengan hipotiroid.

Tiroiditis Hashimoto sendiri merupakan penyakit Autoimun yang berarti sistem imun itu, sehingga mengganggu produksi dan fungsi hormon tiroid tersebut.

Terus apa penyebabnya? Kondisi ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh secara langsung salah menyerang kelenjar tiroid, sehingga hormon tiroid tidak dapat diproduksi dalam jumlah yang cukup.

Apakah ada faktor seseorang terkena penyakit ini? Faktor yang diduga risiko terkena penyakit ini antara lain, memiliki riwayat keluarga yang menderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun, mengalami penyakit autoimun lain seperti penyakit Addison, penyakit Celiac, Anemia Pernisiosa, Diabetes Tipe 1, Lupus atau Vitiligo.

Selain itu, faktor yang diduga berisiko terkena penyakit adalah banyak terjadi pada wanita dan memiliki riwayat terpapar radiasi.

Adapun gejala penyakit Hashimoto seperti lelah dan lesu, suara serak, kulit pucat dan kering, sembelit, kuku menjadi rapuh, rambut rontok, berat badan meningkat tanpa sebab, otot lemah, terasa nyeri, kaku, atau sakit bila disentuh, nyeri dan kaku sendi, lidah yang membesar, sensitif terhadap dingin, depresi, dan sulit mengingat sesuatu.

Apakah ada pencegahan dari penyakit tersebut serta pengobatannya? Penyakit ini sulit dicegah, tetapi bisa menurunkan risiko terjadinya, dengan cara rutin melakukan pemeriksaan ke dokter jika sudah memiliki riwayat penyakit Autoimun atau penyakit tiroid sebelumnya. Risiko terserang penyakit ini bisa ditekan dengan menghindari daerah yang memiliki paparan radiasi.

Sedangkan pengobatannya yaitu melakukan terapi hormon (jika mengalami kekurangan hormon tiroksin dokter akan memberikan hormon sintesis). Salah satu jenisnya adalah levothyroxine. Levothyroxine berguna untuk mengobati gejala hipotiroidisme.

Perubahan gaya hidup juga perlu dilakukan karena ada beberapa makanan dan obat-obatan yang dapat menghambat penyerapan levothyroxine.

Beberapa jenis makanan, obat serta suplemen menjadi hal yang perlu diperhatikan. Yaitu makanan yang mengandung kacang kedelai atau tinggi serat, suplemen zat besi, suplemen kalsium, obat penurun kadar kolestrol seperti cholestyramine. Aluminium hidroksida yang biasanya terkandung dalam antasida, dan obat tukak lambung seperti sucralfate.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending