Mengenal Kanker Pada Kandung Kemih

Mengenal Kanker Pada Kandung Kemih
Penulis: Ferdinna A.Sumuweng

KANKER kandung kemih adalah kondisi ketika sel di dalam kandung kemih tumbuh tidak normal dan tidak terkendali, sehingga membentuk sel kanker. Jika sel kanker terus tumbuh, maka sel kanker dapat menyebar ke jaringan di sekitar kandung kemih atau menyebar ke organ lain, seperti menyerang hati, tulang, dan paru-paru.

Kanker kandung kemih merupakan keganasan tersering ke-7 pada pria dan ke-17 pada wanita. Kanker ini tiga kali lipat lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Median usia saat didiagnosis kanker ini adalah 65 tahun. Oleh karena itu, hampir semua pasien penderita kanker kandung kemih memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes melitus (kencing manis), hypertensi (tekanan darah tinggi), dan sebagainya.

Angka kematian setiap tahunnya di seluruh dunia adalah 9 dari 100.000 orang pria dan 2 dari 100.000 orang untuk wanita. Sementara di Indonesia, angka kejadian akibat kanker kandung kemih belum diketahui dengan pasti, tetapi diperkirakan mencapai 5,8 dari 100.000 orang tiap tahunnya, dengan perbandingan pria dan wanita adalah 3:1 per 100.000 orang. Di Indonesia, angka kematian akibat kanker kandung kemih mencapai 3,1 dari 100.000 orang setiap tahunnya. Kanker kandung kemih juga jarang ditemukan pada orang yang berusia di bawah 40 tahun.

Penyebab Kanker Kandung Kemih

Penyebab utama kanker kandung kemih adalah pertumbuhan sel kanker pada lapisan epitel kandung kemih. Dan terdapat beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan kanker kandung kemih, yakni:

  1. Infeksi kandung kemih kronis dan infeksi parasit tertentu (Schistosoma haematobium, ditemukan di banyak negara berkembang).
  2. Merokok dalam jangka waktu yang lama. Merokok juga berperan dalam menimbulkan lebih dari 50 persen kasus kanker kandung kemih.
  3. Faktor risiko lainnya yaitu pertambahan usia dengan mayoritas kasus yang terjadi pada orang di atas usia 60 tahun.
  4. Pemaparan ke zat kimia tertentu yang berulang-ulang di tempat kerja, termasuk pemaparan bahan cat rambut dan bahan celup anilina, yang digunakan di industri tekstil dan karet.
  5. Terapi kanker lainnya, termasuk radioterapi pada area pinggul, atau kemoterapi dengan obat yang disebut siklofosfamid.
Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah: Tentang Jejak Literasi dan Kedaulatan Ekonomi

Tanda dan Gejala Kanker Kandung Kemih

Tumor yang kecil sering tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa tanda dan gejala khas dari kanker kandung kemih adalah rasa terbakar saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil lebih sering ataupun lebih sedikit, jumlah urin yang dikeluarkan sedikit dan tersendat-sendat, sakit punggung, dan buang air kecil (BAK)/kencing berdarah.

Jika tumor sudah berkembang menjadi lebih besar, maka akan ada gejala lainnya seperti, sakit perut dan penurunan berat badan yang begitu drastis tanpa sebab.

Cara Pencegahan Kanker Kandung Kemih

Meski tidak ada cara yang terbukti bisa mencegah kanker kandung kemih, namun faktor risiko penyakit ini bisa dikurangi dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, menghindari paparan kimia, banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur, rajin berolah raga, dan minum air putih kurang lebih 1,5-2 liter /hari.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply