Mengenal dan Mencegah Penyakit Alzheimer pada Lansia
Connect with us

Catatan Publik

Mengenal dan Mencegah Penyakit Alzheimer pada Lansia

Published

on

ALZHEIMER adalah gangguan pada otak. Penyakit ini terkait dengan perubahan sel-sel saraf sehingga menyebabkan kematian pada sel otak dan yang dapat perlahan-lahan mengakibatkan penurunan kerja otak seperti penurunan daya ingat, berbicara, berpikir, dan melakukan aktivitas seperti biasa.

Biasanya penyakit ini terjadi pada orang dengan lanjut usia yaitu 65 tahun ke atas. Penyakit ini perlahan-lahan bisa lebih parah dengan tanda awal yaitu lupa nama benda atau tempat-tempat, menanyakan pertanyaan yang sama, sering tersesat di tempat yang biasa dilewati, lansia sering terlihat bingung dan linglung.

Saat sudah di pertengahan tandanya sudah lebih parah dari yang awal. Yaitu mulai lupa atau sulit mengingat nama anggota keluarga atau teman, sudah mulai kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain, kesulitan melakukan sesuatu, dan sering terjadi perubahan suasana hati.

Adapun tahap akhir pada penyakit ini adalah kesulitan makan dan menelan, kesulitan merawat diri sendiri, kesulitan mengontrol BAK dan BAB, dan kesulitan menggerakan anggota tubuh.

Ada beberapa hal yang bisa membantu mencegah terjadinya penyakit Alzheimer. Pertama, peran keluarga. Peran keluarga sangat mempengaruhi kesejahteraan lansia pada usia yang mulai bertambah tua, dengan memberikan kasih sayang perhatian dan cinta dalam mengurus lansia agar lansia tidak merasa kesepian sehingga tidak minat melakukan sesuatu karena tidak adanya dukungan dari keluarga.

Kedua, bersosialiasi. Bersosialisi dengan orang lain sangat berpengaruh terhadap kerja otak kanan pada manusia terlebih pada lansia agar melatih cara berpikir, berbicara, dan menganalisis agar dapat mencegah terjadinya penyakit alzheimer yang dimana membuat lansia kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

Ketiga, perbanyak kegiatan yang menyenangkan. Membuat lansia menjadi senang yaitu bisa dengan bermain catur, melukis, menganyam yang dapat membantu lansia agar tidak stress tidak merasa kesepian dan merasa tidak berharga.

Keempat, lingkungan. Kebanyakan lansia lebih suka berada di lingkungan dimana ia dibesarkan agar dapat menikmati masa tua di kampung halamannya. Kebersihan dan lingkungan yang nyaman baik bagi lansia agar pikirannya tetap baik dan stabil.

Terakhir, pola makan. Pola makan yang sehat sangat mempengaruhi kinerja otak setiap manusia, maka para lansia harus sangat dijaga. Makanan yang dimakan harus mengandung protein, vitamin, mineral, kandungan gizi, omega, karbohidrat yang diatur dengan seimbang.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 6 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending