Mempertahankan Martabat Lansia Melalui Pemenuhan Personal Hygiene Secara Mandiri
Connect with us

Catatan Publik

Mempertahankan Martabat Lansia Melalui Pemenuhan Personal Hygiene Secara Mandiri

Published

on

SETIAP orang dalam komunitas termasuk lansia adalah manusia yang memiliki hak yang sama dengan kaum milenial. Selain mendapatkan perawatan yang baik, para lansia juga berhak atas kebebasan yang dianugerahkan pada setiap orang.

Akan tetapi seiring dengan penambahan usia, penuaan terjadi pada semua orang tanpa memandang status dan kekayaan. Menjadi lansia, sangat mudah untuk kehilangan martabat di depan orang yang merawatnya. Lansia menyadari bahwa sebagai lansia tidak bisa lagi mengendalikan apapun atau siapapun, lansia harus mendengarkan apapun pesanan yang disampaikan walaupun terasa tidak menyenangkan.

Ketidakmampuan menyediakan makan sendiri, mandi sendiri ataupun kegiatan dasar lainnya dapat membuat lansia sedih dan frustrasi, merasa menjadi orang yang tidak berguna.

Usaha membantu lansia meningkatkan kualitas diri dengan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat membangkitkan rasa percaya diri dan mengembalikan martabatnya, dengan cara ciptakan aktivitas yang rutin sehingga tidak membuat lansia stres akibat aktivitas yang tidak teratur. Aktivitas tersebut antara lain pemenuhan personal hygiene seperti mandi dan toileting.

Mandi

Hal yang sangat dikawatirkan oleh para lansia adalah terpeleset saat ke kamar mandi dan risiko terjatuh. Lakukan modifikasi untuk fasilitas yang ada, seperti:

  1. Memasang balok atau besi sepanjang jalan ke kamar mandi untuk pegangan saat berjalan ke kamar mandi dan ajarkan bagaimana cara berjalan ke kamar mandi dengan aman.
  2. Pasangkan karpet karet pada lantai kamar mandi supaya tidak mudah terpeleset.
  3. Sediakan kursi di kamar mandi untuk mengurangi kelelahan saat mandi. Bila perlu sediakan kursi roda untuk ke kamar mandi.
  4. Sediakan peralatan mandi yang mudah dijangkau.
  5. Pasangkan screen plastic di sekitar tempat mandi untuk mengurangi pancaran air yang berlebihan saat mandi sehingga menyebabkan lantai menjadi licin.
  6. Bila memungkinkan sediakan shower, sehingga mandi tidak menyebabkan kelelahan
  7. Keterbatasan ROM menyebabkan kesulitan untuk melepaskan pakaian dan mengeringkan badan setelah mandi. Ajarkan cara melepaskan dan memakai pakaian dan cara mengeringkan badan.

Toileting

Sebaiknya lansia menggunakan kloset duduk leher angsa untuk BAB dan BAK karena akan terasa lebih nyaman dibanding dengan kloset jongkok dan juga dapat mengurangi kelelahan saat BAB dan BAK. Kemudian buat selang pembersih didekat kloset agar memudahkan untuk membersihkan area genitalia. Tetapi jika tidak memungkinkan, tinggikan tempat duduk kloset, pasangkan balok atau besi pada tembok di bagian samping sekitar kloset untuk pegangan saat duduk atau berdiri dan dekatkan sumber air agar mudah dijangkau.

Namun untuk lansia yang susah berjalan ke toilet, dapat difasilitasi dengan kursi Commode atau kursi toilet yang dapat memudahkan lansia untuk BAB dan BAK.

Untuk lansia yang sudah mengalami inkontinensia urin dapat menggunakan pempers untuk lansia karena pada saat kondisi basah karena BAK atau BAB akan menyebabkan lansia merasa malu dengan keadaannya dan mengalami depresi karena timbul perasaan tidak mampu dan bahkan membebani orang lain.

Dengan memfasilitasi lansia dalam memenuhi personal hygiene, diharapkan membangkitkan semangat lansia untuk tetap mempertahankan kebersihan diri dan tetap percaya diri dalam menjalani kehidupannya.

Semoga dapat memberi manfaat bagi generasi muda untuk menjadi lebih peka terhadap pemenuhan kebutuhan lansia, karena yang pasti terjadi adalah Setiap Orang Akan Menjadi Tua.

Seperti sebuah pepatah yang mengatakan: “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia. – Ir Soekarno”

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 6 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending