Memalukan, KEK Pariwisata Minut Disambut Kardus Sumbangan
Connect with us

Minut

Memalukan, KEK Pariwisata Minut Disambut Kardus Sumbangan

Published

on

Seorang oknum warga desa di Kecamatan Likupang Selatan memegang kardus sumbangan Sabtu, (03/07/2021)

KlikMINUT – Ditengah gencarnya Bupati dan Wakil Bupati Minut Joune Ganda SE dan Kevin William Lotulung SH MH (JGKWL) meng-Explore Likupang yang oleh pemerintah pusat akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, justru dirusak oleh oknum oknum tidak bertanggung jawab yang merusak wajah pariwisata Minut.

Pasalnya di setiap hari Sabtu dan Minggu dan pada hari libur tanggal merah wisatawan lokal maupun manca negara disuguhkan dengan “Pemandangan” yang unik memiriskan. Memanfaatkan kondisi jalan yang rusak oknum-oknum warga desa di tiga Kecamatan  yakni Talawaan, Dimembe dan Likupang Selatan menggelar kardus sumbangan yang disodorkan ke wisatawan yang melintas. Dalam pantauan sejak dibukanya kembali destinasi wisata di kawasan KEK Likupang tercatat sejumlah desa antara yang dilintasi wisatawan yang hendak ke Pantai Paal, Pulisan dan Kinunang ada saja wisatawan yang berpapasan dengan sekelompok warga yang menutupi jalan berlubang dengan pasir batu dan semen seadanya. Aksi mereka bukan tanpa alasan, selain untuk sekedar membuat nyaman pengguna jalan, disinyalir tujuan utamanya untuk mengeruk keuntungan dengan kardus di tangan meminta sumbangan sukarela bagi mereka yang melintas. Hal ini bukan satu dua kali terjadi, bahkan sejak destinasi wisata pantai di Likupang Timur dibuka aksi seperti ini terus berlangsung.

Hal ini disesalkan oleh sejumlah kalangan, Nixon warga Kota Tomohon yang saat itu akan ke La Merry Resort menyesalkan fenomena yang disaksikannya.

Menurut pria yang lama bekerja di Bali ini, dari pemberitaan, Bupati  Minut Joune Ganda SE sangat gencar mempromosikan Likupang yang katanya akan dibangun KEK Pariwisata dan telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai Destinasi Super Prioritas. Sangat disayangkang jika nantinya ketika KEK Pariwisata selesai dibangun ‘Pemandangan’ seperti ini masih terlihat.

“Pemkab Minut terkesan menutup mata,  karena hal ini sudah cukup lama berlangsung, seharusnya pemerintah bertindak tegas menyaksikan fenomena seperti ini, mungkin melalui camat dapat memerintahkan para hukum tua untuk menghentikan aksi seperti ini, karena secara langsung sangat mencoreng wajah pariwisata Minut,” ujar Nixon.

Hal senada dikatakan  Basri, “Seharusnya hal seperti ini, menggelar kardus sumbangan dengan menambal jalan berlubang, oleh pemerintah setempat tidak bisa dibiarkan menjadi ‘budaya’ karena ini sangat memalukan,” tandas warga Kota Manado. Ditambahkan Basri, hal seperti ini tidak akan membuat wisatawan nyaman, meskipun hal ini tidak pernah dipaksakan.

“Selain wajah pariwisata Minut tercoreng, tindakan seperti ini tidak menunjukan budaya sadar wisata yang bisa membuat wisatawan enggan berkunjung meskipun Minut dianugerahi pantai pasir putih yang sangat indah,” ketus Basri yang mengaku sering menyaksikan ‘pemandangan’ seperti ini karena dirinya suka akan wisata pantai.

Lain halnya yang dikatakan Daysie, “Kalau saya, tidak masalah berbagi sedikit berkat pada mereka, tapi ini juga menjadi cambuk bagi Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk memperhatikan infrastruktur jalan menuju KEK Pariwisata, karena jika jalan-jalan  nasional ini tidak berlubang, tidak ada alasan lagi bagi oknum tersebut untuk menggelar kardus sumbangan,” tukas  Daysie lugas.

Lain halnya yang dikatakan Merry Pangau, warga Manado lainnya, menurut Pangau, warga yang dilintasi oleh wisatawan sebenarnya bisa mengembangkan home industri berupa cendera mata ataupun kuliner untuk memanfaatkan kondisi saat wisatawan melintas. “Mereka bisa saja menjual hasil kerajinan yang khas bagi wisatawan, atau membuka usaha kuliner unik yang tidak ada ditempat lain. Saya melihat di daerah lintasan wisatawan masih kurang restoran tempat makan saat wisatawan pulang dari tempat wisata,” saran Merry. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending