Melihat Prosesi Adat Lamaran di Minahasa
Connect with us

Humaniora

Melihat Prosesi Adat Lamaran di Minahasa

Published

on

KlikMANADO – Setiap daerah mempunyai adat pernikahan, termasuk di Minahasa. Prosesi adat di daerah Minahasa pun dimulai pada pelaksanaan lamaran. Berikut kami sajikan prosesinya, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

 

Proses lamaran di Minahasa terhitung unik, karena saat utusan keluarga pria datang meminang, kediaman mempelai wanita justru sepi seperti tak berpenghuni. Prosesi lamaran ini disebut upacara Maso Minta.

 

Tidak hanya itu, keunikan Maso Minta ada pada proses Toki Pintu atau “mengetuk pintu”. Upacara dimulai dengan memastikan kediaman calon pengantin wanita dalam keadaan sepi. Seluruh pintu dan jendela ditutup, lampu-lampu rumah padam.

 

Selanjutnya, utusan pria yang disapa Walu’ Maka Tuama akan mengetuk pintu rumah. Saat ketukan pertama dan kedua, pintu tidak dibuka. Nanti pada ketukan ketiga, pintu rumah baru dibuka. Toki Pintu jadi simbol bahwa si gadis bukan perempuan murahan arau gampangan.

 

Tak berhenti sampai di situ, selama Maso Minta, si gadis tidak dibolehkan keluar menemui calon pengantin pria. Bahkan, saat si gadis diminta keluar kamar, yang keluar justru gadis yang lain. Nanti pada permintaan ketiga, si gadis calon pengantin akan menampakkan diri. Dalam pernikahan adat Minahasa, terdapat sejumlah benda yang wajib dibawa saat lamaran. Namun tidak semua benda yang dibawa diterima pihak wanita. Sebab, dalam tradisi Maso Minta, biasanya terjadi tawar-menawar antara kedua belah pihak.

 

Dalam pernikahan adat Minahasa, terdapat sejumlah benda yang wajib dibawa saat lamaran. Namun tidak semua benda yang dibawa diterima pihak wanita. Sebab, dalam tradisi Maso Minta, biasanya terjadi tawar-menawar antara kedua belah pihak.

 

Selain itu, ada juga prosesi yang disebut “Pepeko’an”, yang ditujukan untuk menghitung apakah jumlah hantaran sudah sesuai keinginan pihak keluarga wanita atau belum. Demikianlah sedikit gambaran tentang prosesi adat lamaran di Minahasa.

 

(Sahril Kadir)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending