Masalah Banjir dan Relokasi Menyeruak Dalam Reses Amir Liputo di Mahawu
Connect with us

Sulut

Masalah Banjir dan Relokasi Menyeruak Dalam Reses Amir Liputo di Mahawu

Published

on

Suasana. (Sumber Foto: KlikNews)

KlikSULUT – Persoalan banjir dan relokasi warga Mahawu menyeruak dalam Reses Pertama Anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) Hi Amir Liputo, di Kelurahan Mahawu, pada Rabu (14/4/2021).

Apalagi dalam reses kali itu, Hi Amir Liputo menghadirkan Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I.

Tokoh muda Kelurahan Mahawu Andi Noer Bongkang menyatakan, pelaksanaan rehabilitasi sungai harus disertai keterbukaan informasi yang baik.

“Sebab masyarakat perlu tahu konsekuensi dari kegiatan ini secara utuh. Jangan sampai informasi tentang konsekuensinya simpang siur,” pintanya.

Menurut dia, sebenarnya masyarakat Mahawu cukup kooperatif dengan kebijakan rehabilitasi sungai. Yang menjadikannya terlihat tidak menerima adalah informasi yang tidak akurat dan simpang siur,” sambungnya.

“Kalau konsekuensinya adalah warga dipindah, maka harus diinformasikan secara jelas. Apalagi sekarang ini banyak yang telah bermasalah hukum karena relokasi,” tambahnya.

Senada diungkapkan tokoh masyarakat Noho Poiyo. Menurut dia, apapun program yang baik dari pemerintah akan diterima baik pula oleh masyarakat. Tapi, kata dia, program tersebut harus dijalankan secara transparan.

Adapun Nur, warga setempat, juga angkat bicara. Dia menegaskan bahwa kondisi masyarakat Kelurahan Mahawu saat ini sangat memprihatinkan.

Sebab, kelurahan ini seakan sudah menjadi langganan banjir. “Sekarang ini hujan satu jam saja, air sudah menggenangi kampung setinggi betis orang dewasa,” keluhnya.

Dia juga menyayangkan, makin tingginya potensi banjir justru terjadi setelah dilakukannya pengerukan sungai oleh Balai Sungai, beberapa waktu lalu. “Ini yang aneh,” ketusnya.

Menanggapi aspirasi warga tersebut, Perwakilan Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Wilayah Sungai Sulawesi I mengungkapkan, sebenarnya pihaknya telah membuat perencanaan terhadap sungai-sungai di Manado.

Namun dia mengakui bahwa hingga saat ini yang dikerjakan baru bersifat solusi sementara. “Untuk action harus ada perencanaan yang benar-benar matang,” ujarnya.

Pada sisi lain, dia mengapresiasi masyarakat Mahawu yang mendukung penuh program rehabilitasi sungai.

Sementara itu, Hi Amir Liputo mengatakan, Balai Wilayah Sungai Sulawesi I sengaja dihadirkan pada reses kali ini. “Karena memang sekarang ini persoalan paling pelik di wilayah ini adalah sungai dan banjir,” ungkapnya.

Dia berharap, ke depan permasalahan banjir di kelurahan ini bisa teratasi secara lebih baik lagi. Sekadar informasi, reses itu juga dihadiri Lurah Kelurahan Mahawu dan masyarakat setempat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending