Ini Profil Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Tunggal Panglima TNI
Connect with us

Headline

Ini Profil Marsekal Hadi Tjahjanto, Calon Tunggal Panglima TNI

Published

on

Marsekal Hadi Tjahjanto

KlikJAKARTA – Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto diajukan Presiden RI Joko Widodo sebagai calon panglima baru TNI, untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

 

Dikutip dari Kompas.com, hal itu diketahui setelah Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyerahkan surat pengajuan nama calon Panglima TNI kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Senin (4/12/2017) pagi.

 

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi, Presiden RI Joko Widodo memilih Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI dengan alasan kemampuan dan kecakapannya memimpin institusi TNI.

 

“Marsekal Hadi dianggap mampu dan cakap, serta memenuhi syarat menjadi Panglima TNI sesuai dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” ujar kepada Kompas.com.

 

Selain itu, lanjut Johan, alasannya hanya bersifat normatif. Penggantian Panglima TNI karena Gatot akan memasuki masa pensiun pada 1 April 2018. Sebenarnya, Gatot sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun, sejak November 2017.

 

Berikut kami sajikan profil singkat calon tunggal Panglima TNI, yang akan segera diikutsertakan dalam fit and proper test oleh DPR RI.

 

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto lahir di Malang, Jawa Timur, pada 8 November 1963. Hadi merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang lulus Akademi Angkatan Udara pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU 1987.

 

Jabatan Kepala Staf Angkatan Udara/KSAU diembannya pada 18 Januari 2017, berdasarkan Keputusan Presiden. Sebelumnya, Hadi menjabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Jokowi yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

 

Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada tahun 1987. Dia bertugas menjadi pilot pesawat angkut Cassa. Kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, pada tahun 1993.

 

Setelah itu, pada tahun 1996, ayah dua putra itu memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

 

Pada tahun 2010, Hadi menjabat Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo. Setahun kemudian, dia bertugas di luar TNI AU, dengan menjadi Perwira Bantuan I/Rencana Operasi TNI dan Sekretaris Militer Kementerian Sekretaris Negara.

 

Dua tahun berikutnya, Hadi naik pangkat menjadi Kolonel dan dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional.

 

Setelah itu, dia menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI AU pada tahun 2013-2015, dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, pada Juli 2015. Selanjutnya, Hadi diberikan tugas menjadi Sekretariat Militer Presiden RI Presiden Joko Widodo dan naik pangkat menjadi Marsekal Muda.

 

Hadi dilantik menjadi Irjen Kementerian Pertahanan pada November 2016, sebelum akhirnya diangkat sebagai Kepala Staf Angkutan Udara.

 

(Tim)

Advertisement

Trending