Mantan Sekkot Manado Ini Berikan Dukungan Politiknya Kepada AARS
Connect with us

Manado

Mantan Sekkot Manado Ini Berikan Dukungan Politiknya Kepada AARS

Published

on

Mantan Sekkot Manado

KlikMANADO – Dukungan kepada Andrei Angouw dan Richard Sualang (AARS) dalam Pilkada Manado tahun 2020 terus mengalir. Teranyar, dukungan datang dari seorang mantan birokrat yang cukup lama menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Manado, Haefrey Sendoh.

Hal itu dibuktikan dengan kehadiran figur yang telah pensiun beberapa waktu lalu ini, saat kampanye AARS di Kelurahan Lawangirung, pada Rabu (25/11/2020) kemarin.

Epi, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa pilihannya mendukung AARS agar Manado bisa lebih baik dari yang lalu dan sementara ini.

Kita juga so sampaikan pa AA kalu jadi wali kota, tu tenaga THL dijamin sama dengan di Propinsi. Honor minimal sesuai UMP (Saya telah menyampaikan kepada AA kalau jadi wali kota, tenaga harian lepas harus dijamin seperti yang ada di pemerintah provinsi. Honor minimal sesuai UMP),” ujarnya kepada KlikNews, Kamis (26/11/2020).

“Apalagi ada info ada dinas terkait yang pada beberapa bulan lalu honor THL dipotong. Saya sarankan ke AA jangan sampe begitu. Buat digitalisasi untuk hotel dan restoran agar pajak lebih terkontrol dan untuk bahan evaluasi lebih terukur. Sebenarnya ini Saya sudah usulkan ke Pak Wali Kota Manado saat Kadispenda dijabat Pak Bismark,” katanya.

Mantan Sekkot Manado, Haefrey Sendoh. (Sumber Foto: Istimewa)

Pria yang menjabat Sekkot Manado saat kepemimpinan Vicky Lumentut-Harley Mangindaan ini juga mengaku telah menyampaikan keluhan para lansia kepada pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra ini. “Untuk bantuan lansia jangan sampai terlambat dibayar dan hindari terjadinya penumpukan orang saat pencairan. Solusinya, dibuat rekening di bank supaya langsung masuk di rekening dan tak perlu antre,” ungkapnya.

Baca Juga: Heboh! Militan PDIP Ini Nyatakan Dukung Sonya-Syarif

Selain itu, lanjut dia, koordinasi dengan pemprov perlu dilakukan untuk memfasilitasi bantuan kepada UMKM, KUR, dan lainnya.

“Untuk pelayanan publik ditingkatkan agar waktu pelayanan lebih cepat. Memang ada persoalan klasik yaitu banjir dan macet. Kalau sampah dulu kan Manado sempat dapat Adipura, tapi sekarang tak tahu betul atau tidak, Manado jadi kota nomor 3 terkotor di Indonesia. Miris memang,” sambungnya.

Makanya, kata Epi, Manado perlu wali kota yang empati terhadap masalah-masalah tersebut. “Untuk saya AARS adalah solusinya,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending