Theo De Blic Akan Membelah Langit Manado dari Manado Skyline Tetempangan Hill
Connect with us

Headline

Theo De Blic Akan Membelah Langit Manado dari Manado Skyline Tetempangan Hill

Published

on

KlikMINAHASA – Manado Skyline Tetempangan Hill terus berinovasi memajukan dunia paralayang bersama komunitas paralayang di Sulawesi Utara.

 

Sukses mendatangkan Franchois Sagorki, Manado Skyline Tetempangan Hill di Desa Koha Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa yang dipelopori Kawanua Paragliding Club (KPC) mendatangkan Theo De Blic, juara dunia Paragliding Acrobatic 2017 dari Prancis yang akan digelar Kamis 28 September sampai 8 Oktober nanti.

 

Ketua KPC Frangky Kowaas mengatakan, Theo De Blic sengaja didatangkan untuk melakukan Simulate Incident De Vol (SIV) atau Simulasi Insiden dalam penerbangan Paralayang.

 

“Kursus pelatihan ini merupakan syarat mutlak bagi setiap pilot paragliding dimanapun berada, diharapkan setelah mengikuti kursus pelatihan ini pilot dapat mengerti permasalahan yang terjadi dalam melakukan penerbangan paragliding dan mampu dengan baik mengatasi permasalahan tersebut, dengan demikian penerbangan paragliding semakin aman dan terkendali,” ungkap Kowaas.

 

Theo De Blic akan melakukan aksi ekstrem seakan membelah langit Manado, dan bakal membuat penonton terkagum-kagum.

 

Menurut Kowaas, Theo De Blic juga akan didampingi atlet paralayang internasional lainnya. Diantaranya yang berdarah kawanua, dr Elisa Manueke yang tampil spektakuler dalam Kejuaraan Paragliding Dunia (Paragliding World Championship–PGAWC) Seri 4 di Cobarin, Slovenia, 21-23 September 2017 lalu.

 

“Manueke dinobatkan sebagai juara dunia di kategori ketepatan mendarat, setelah berhasil meraih poin akumulatif tertinggi dalam kejuaraan bergengsi 4 seri yang dilaksanakan tahun ini, masing-masing di Manado (Indonesia), Serbia, Canada dan Slovenia. Manueke berhasil mengalahkan paragliding dunia lainnya yang difavoritkan yang berasal dari Eropa Timur,” jelas Kowaas.

 

Menurut Kowaas, animo atlet paralayang dengan kegiatan SIV ini cukup besar. Bahkan, peserta yang mendaftarkan diri sudah mencapai 50 pilot dari seluruh Indonesia dan 1 Pilot dari Singapura.

 

“Rugi saja jika kita warga Sulut sendiri tidak menggunakan kesempatan ini dan dipastikan dengan keikutsertaan SIV ini akan meningkatkan kwalitas dari pilot itu sendiri,” ungkap Kowaas.

 

Untuk diketahui, pelopor kegiatan ini adalah KPC sebagai club Paragliding terbesar di Indonesia dengan107 anggota dan salah satu klub terbesar di dunia.

 

Khusus Pilot Sulut, Kowaas mengaku masih membuka pendaftaran untuk mengikuti SIV. “Yang ingin mendaftar dapat menghubungi langsung kepada panitia pendaftaran Nanvie Tagah di nomor phonsel 08124494039,” tandasnya.

 

(Ayi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending