Connect with us

Minut

Manado dan Bitung Siap “Curi” Rp 120 Miliar di Minut, Kaitjiri : Saya Pastikan Tidak Pindah

Published

on

Kadis Pariwisata Provinsi Sulut Henry Kaitjiri dan Kadis Pariwisata Kota Manado Lenda Pelealu.

KlikMINUT – Adanya masalah status tanah di Pantai Pall Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara (Minut) mulai mencuri perhatian kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Utara.

Diketahui, menurut rencana, pemerintah Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo melalui Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) akan mengembangkan fasilitas pariwisata di Pantai Pall dengan anggaran dari APBN, Rp 120 miliar.                   Tapi sayang hal ini belum bisa direalisasikan akibat permasalahan tanah seluas 1.444,6 hektar yang masih dikuasai oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV yang masih tercatat sebagai salah satu aset Badan Usaha Milik Negara.

Hal ini membuat beberapa kabupaten/kota lainnya berkeinginan untuk “mencuri” anggaran tersebut untuk dipindahkan di daerah mereka.

“Kalau memang Minut tidak siap, kami siap menerima anggaran tersebut untuk membangun infrastruktur pariwisata di kota Manado,” tukas Kadis Pariwisata Manado Dra.Neivi Lenda Pelealu MS.I saat acara Diskusi Kelompok Terpumpun Kadis Pariwisata Se-Sulut dan Pemutakhiran Data Kepariwisataan, Kamis, (08/04/2021) di Desa Kinunang Kecamatan Likupang Timur Minut.

Hal ini diaminkan rekannya, Kadis Pariwisata Bitung , Pingkan Kapoh yang saat acara berlangsung duduk berdampingan dengan Pelealu. Kontan peserta diskusi menjadi heboh mendengar pernyataan yang disampaikan oleh Pelealu.

Saat diwawancarai usai diskusi, Pelealu tak menampik keinginan “mencuri” anggaran Rp. 120 miliar tersebut.

“Jika memang lahan yang akan digunakan untuk membangun fasilitas pariwsata masih bermasalah biasanya memang tidak bisa dilanjutkan rencana pembangunannya,” tukas Pelealu.

Namun dirinya yakin, Pemkab Minut bersama Pemprov Sulut dan BUMN bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Diwawancarai terpisah di Desa Pulisan, Kadis Pariwisata Sulut Hendry Kaitjiri mengatakan tidak benar bahwa anggaran Rp 120 miliar buat Pantai Pall tersebut akan dipindah karena masih berproses di Kementran PUPR RI.

“Tidak benar itu, yang ada bahwa anggaran tersebut masih  dalam proses karena sudah disetujui oleh Presiden jadi tidak usah khawatir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada hasilnya, nanti kalau sudah ada hasilnya pasti diberitahu” terang Kaitjili.

Lanjut dikatakan, hal tersebut merupakan persoalan pemerintah daerah dengan BUMN karena PTPN XIV itu di bawah BUMN.

“Sedang dibicarakan kedepan lahannya untuk apa. Nantinya akan ada kesepakatan khusus antara pemerintah provinsi dengn BUMN karena ini adalah tanah Negara,” pungkas Kaitjili. (Rubby Worek)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Minut

Paralayang Likupang Layak “Dijual” Menyambut KEK Pariwisata

Published

on

KkikMINUTI- Bupati Minahada Utara Joune J.E. Ganda SE kembali berhasil melahirkan destinasi pariwisata Paralayang di kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Likupang.

Hal tersebut dibuktikan setelah delapan pilot (atlet) paralayang Sulawesi Utara berhasil melakukan 12 kali penerbangan take-off dari Bukit Tanjung Kerbau Desa Kinunang dan landing di Pantai Paal, Desa Marinsow Likupang Timur, Minahasa Utara.

Jumat ,(14/05/2021) siang kemarin, Tim Eksplore Paralayang Likupang, delapan pilot sukses melakukan penerbangan dari bukit yang diusulkan Bupati JG.

Delapan pilot itu, masing-masing

Marsel, Rezha, Abril, Yuri, Liemey, Joyner, Andre, dan Cerwin berhasil melakukan penerbangan sekaligus ikut mengukuhkan Destinasi Paralayang Bukit Tanjung Kerbau, Kinunang Likupang Timur Minut sebagai salah satu yang terbaik di Sulawesi Utara.

Destinasi baru ini memang awalnya disarankan Bupati Minahasa Joune Ganda.

“Coba eksplor bukit-bukit TeleTubis, Bukit Larata di Tanjung Kerbou diantara Desa Kinunang dan Pantai Paal,” kata Bupati pada beberapa pilot paralayang April lalu.

Bupati JG benar, Bukit Tanjung Kerbau di sebelah Utara Pantai Paal ternyata sangat baik dijadikan destinasi wisata ekstrime sport paralayang.

Selain karena ketinggiannya memenuhi syarat spot paralayang ini memiliki pemandangan eksotik seperti hutan, pantai pasir putih, bukit-bukit sabana, serta pemandangan pantai dan laut.

Dalam dua kali ujicoba penerbangan dengan 12 penebangan, berakhir dengan baik dan sangat dinikamati para pilot.

“Ini spot paralayang jauh lebih bagus dari spot Pantai Timbis Bali,” kata Nanvie Kowaas Tagah pilot senior sekaligus atlet PON Sulut yang juga Ketua Umum Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Sulut.

Para atlet Paralayang yang dimotori Nanfie Tagah saat sebelum melakukan penerbangan

Bupati Joune Ganda menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pilot-pilot paralayang yang sudah berupaya menjadi bagian lahirnya destinasi baru pariwisata di Likupang,

“Terima kasih kalian orang-orang hebat karena sudah memberi kontribusi besar pada program Eksplore Likupang,” kata Bupati JG.

Ditambahkan, Pemkab Minut segera membuka akses dan memfasilitasi pengembangan destinasi wisata paralayang ini.

“Segera kita kembangkan, kita akan buka akses jalan dan fasilitas lainnya,” singkat JG menambahkan.

Menurut para pilot (atlet) Bukit Tanjung Kerbau sangat layak dijadikan ajang lomba TROI Paralayang pada Agustus 2021 mendatang.

Diketahui, olahraga ekstrim ini bisa dilakukan dengan cara tandem bersama dengan para pilot profesional.(Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Serap Anggaran Refocusing, Desa Koltem Dirikan Pos Pengawasan PPKM dan Gelar Operasi Justisi

Published

on

Operasi Justisi penerapan protokol kesehatan Desa Kolongan Tetempangan yang dipimpin Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP, bersama Hukum Tua Demas Kasegel, Sekdes Frida Wehantouw, S.Sos, BPD dan perangkat desa.

Klik Minut – Pemerintah RI sangat konsen dalam melakukan penanganan Pandemic Covid-19 dengan menggelontorkan anggaran refocusing dana desa sebesar 8 persen dari total anggaran.
Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh pemerintah desa (Pemdes) Kolongan Tetempangan (Koltem) Kecamatan Kalawat dengan membangun Pos Pengawasan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro). Pos yang didirikan di wilayah jaga tujuh di depan kantor hukum tua ini didirikan sebagai sarana penunjang saat menggelar operasi justisi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Pos PPKM ini langsung difungsikan dengan menggelar operasi justisi, bersama dengan Camat Kalawat Alexander Warbung SIP, Rabu, (12/05/2021). Setiap orang yang melintas, diawasi, apabila tidak menggunakan masker maka diberi tindakan disiplin berupa push-up, diingatkan akan bahaya Covid-19 kemudian diberikan masker.

Salah satu pelanggar protokol kesehatan diberikan sanksi oleh Tim Relawan Covid-19 Desa Kolongan Tetempangan saat menggelar operasi justisi Rabu, (12/05/2021)

Camat Warbung yang memimpin operasi justisi mengatakan kondisi wabah Pandemic Covid-19 oleh pemerintah RI dinyatakan masih berlangsung,

“Pandemic yang belum juga berakhir membuat kita perlu waspada. PPKM ini merupakan metode penanganan pandemic yang dianjurkan oleh pemerintah pusat yang diharapkan secara maksimal dapat mencegah penyebaran Covid-19 di wilyah kita. Anggaran penanganan disediakan pemerintah sebesar delapan persen dari total dana desa,” ujar Camat Warbung. 
Kesempatan yang sama, saat ditemui Hukum Tua Demas Kasegel mengatakan, Desa Kolongan Tetempangan mememiliki jalan yang merupakan tempat melintas warga dari berbagai jurusan, selain itu, terdapat pasar desa yang dikunjungi oleh seluruh warga kecamatan Kalawat.
“Pasar dan jalan Desa Kolongan Tetempangan membuat desa kami banyak dikunjungi dan dilintasi, oleh karenanya kami sangat ketat menerapkan protokol kesehatan,” tandas Kasegel.

Terpisah, Sekdes Kolongan Tetempangan, Frida Wehantouw S.Sos mengatakan, Pemdes telah membentuk Tim Relawan Covid-19 yang bertugas pencegahan, pengawasan dan penanganan.

“Tim relawan yang dibiayai oleh anggaran refocusing delapan persen terdiri dari BPD, Perangkat Desa, Linmas dan sebagian masyarakat. Mereka diangkat melalui SK Hukum Tua,” jelas Wehantouw. (Rubby Worek)

Continue Reading

Minut

Musyawarah Insidentil, Pemdes Kolongan Tetempangan Tetapkan 115 KPM BLT

Published

on

Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP menyerahkan secara simbolis BLT Rp 300 ribu kepada KPM disaksikan Hukum Tua Demas Kasegel, BPD dan perangkat desa.l

KlikMINUT –  Pemerintah Desa  Kolongan Tetempangan Kecamatan Kalawat mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 115 keluarga penerima manfaat (KPM).

Camat Kalawat, Alexander Warbung SIP yang menyerahkan secara simbolis BLT kepada salah satu KPM mengapresiasi kerja perangkat desa dan Tim Relawan, yang sudah berupaya maksimal mendata warga sampai ke rumah-rumah warga.

“Ini merupakan program pemerintah untuk membantu warga miskin yang dituangkan lewat peraturan Menteri Keuangan. Dengan kerja yang maksimal dan cermat, tentunya bantuan ini diharapkan tepat sasaran sehingga benar-benar boleh bermanfaat bagi penerima. Terima kasih kepada perangkat desa dan tim relawan Covid-19 yang sudah berkerja keras sehingga BLT tahun 2021 di Desa Koltem ini boleh disalurkan,” tukas Warbung.

Selain itu, dalam sambutannya, Camat Warbung-pun mengingatkan, untuk tidak ada pungutan liar (Pungli) dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, hal ini sesuai dengn arahan Bupati Minut Joune Ganda SE.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Kolongan Tetempangan, Demas Kasegel mengatakan, sebelum penyaluran BLT, KPM ini telah melewati seleksi tiga kali dalam musyawarah desa yang akhirnya ditetapkan pada pertemuan musyawarah insidentil pada Rabu, (12/05/2021) di kantor desa. Penetapan dilakukan setelah Tim Relawan Covid-19 yang ditetapkan lewat surat keputusan Hukum Tua yang dibagi tiga tim melakukan verifikasi lapangan di sepuluh wilayah Jaga, mengecek langsung kondisi calon penerima.

“Semua calon diseleksi secara ketat sebelum ditetapkan, bila nanti ditemukan bantuan ini digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk judi, penerima yang bersangkutan akan dievaluasi untuk diganti,” terang Hukum Tua Kasegel.

Musyawarah insidentil Pemdes Koltem yang dihadiri oleh Camat Kalawat Alexander Warbung SIP dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kalawat

Ketua BPD Kolongan Tetempangan, Fredy Sirap SE saat memberikan sambutan, mengingatkan, agar administrasi KPM benar-benar harus dilengkapi, hal ini agar pertanggung jawaban nantinya dapat dilakukan dengan benar.

“Saya ingatkan agar kelengkapan berkas administrasi penerima BLT harus dilakukan secara cermat, termasuk foto penyerahan, hal ini akan berimbas pada Surat Pertanggung Jawaban (SPJ),” himbau Sirap.

Ditambahkan, Sekretaris Desa Kolongan Tetempangan, Frida Wehantouw S.Sos, saat ditemui mengatakan, bantuan ini ditetapkan sesuai dengan kondisi penerima manfaat karena diverifikasi langsung oleh perangkat desa dan Tim relawan Covid-19.

“Bantuan yang bersumber dari dana desa akan disalurkan selama setahun dari bulan januari sampai dengan desember, sebesar Rp. 300.000 per bulan. Nantinya akan ada evaluasi bagi PKM,” pungkas Wehantouw.(Rubby Worek)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending