Malnutrisi: Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahannya
Connect with us

Catatan Publik

Malnutrisi: Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahannya

Published

on

Di Indonesia, ada lebih dari 150.000 per tahun kasus malnutrisi. Apa itu malnutrisi? Malnutrisi atau sering dikenal sebagai gizi buruk adalah ketika terjadi ketidakseimbangan, entah itu kelebihan atau terjadinya kekurangan. Malnutrisi terbagi dalam dua bagian, yaitu gizi kurang/gizi buruk (undernutrition), dan gizi lebih/kelebihan gizi (overnutrition).

Gizi Kurang

Kasus ini ialah kurangnya asupan nutrisi harian yang sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Gejala dari gizi buruk antara lain :

  • Terjadi penurunan massa otot
  • Perut membengkak
  • Pipi dan mata cekung
  • Terjadi penurunan berat badan secara drastis
  • Terjadi penurunan massa jaringan
  • Sangat lelah
  • Rambut mulai rontok
  • Kulit lebih tipis, kering, inelastis, pucat dan dingin
  • Kehilangan lemak (jaringan adipose)
  • Waktu penyembuhan luka yang lama
  • Mudah marah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sering merasa dingin
  • Mudah depresi
  • Mudah merasa cemas
  • Ketika terkena infeksi pemulihannya akan berlangsung lama
  • Waktu penyembuhan dari penyakit yang lebih lama
  • Bisa beresiko terjadinya hipotermia
  • Sistem imun mulai melemah, meningkatkan risiko terjadinta infeksi

Gizi lebih

Gizi lebih ini dapat diartikan tidak terkendalinya asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita. Gejala dari kelebihan gizi antara lain :

  • Sangat mudah lelah
  • Kesulitan untuk bernafas
  • Tubuh menjadi gemuk
  • Terjadi peningkatan berat badan
  • Sendi dan otot terasa nyeri

Penyebab Malnutrisi

Secara garis besar malnutrisi terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara asupan gizi dan angka kecukupan gizi (AKG) harian. Akan tetapi, ada beberapa faktor terjadinya malnutrisi, yaitu :

  1. Asupan ASI kurang. ASI adalah salah satu sumber nutrisi yang sangat baik bagi tumbuh kembang anak, karena mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang berfungsi untuk memaksimalkan tumbuh kembang dari anak pada periode awal pascamelahirkan. Oleh karena itu ketika anak kurang mengkonsumsi asupan ASI, maka dapat dipastikan anak tersebut akan mengalami malnutrisi. Jadi pastikan anak selalu menerima asupan ASI yang tercukupi.
  2. Pola makan. Penyebab berikutnya yaitu pola makan yang buruk. Mengapa dikatakan buruk? Karena kadang seseorang mengkonsumsi makanan tidak sesuai dengan AKG hariannya entah itu dikonsumsi berlebihan atau kekurangan, pasti di kemudian hari sangat berpotensi akan mengalami malnutrisi.
  3. Nutrisi yang masuk dan keluar tidak seimbang. Ketidakseimbangan antara nutrisi yang masuk dengan nutrisi yang keluar juga merupakan penyebab malnutrisi. Contohnya ketika anak banyak makan tapi tidak diimbangi dengan beberapa aktivitas fisik yang memadai, dan ada pun sebaliknya yaitu anak kurang makan tetapi aktivitas fisiknya sangat banyak. Dari contoh kasus yang pertama berdampak sampai bisa mengalami obesitas karena kelebihan nutrisi dan tidak melakukan aktivitas apapun, contoh kasus yang kedua yaitu anak akan mengalami kekurangan gizi.
  4. Gangguan Mental. Pada anak yang mengalami gangguan mental ada kemungkinan mengalami malnutrisi, terutama kekurangan gizi atau yang dikenal dengan gizi buruk (undernutrition). Kondisi ini perlu ditangani secara medis oleh dokter yang bersangkutan guna untuk menenukan formula yang tepat agar anak tetap tercukupi kebutuhan gizinya.
  5. Gangguan sistem pencernaan. Walaupun seseorang memiliki pola makan yang sangat baik, tapi jika seseorang tersebut memiliki masalah dalam sistem pencernaannya maka bukan berarti ia akan terhindar dari malnutrisi, karena semua makanan yang masuk tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh sehingga penyerapan nutrisi dan vitamin yang ada dalam makanan dapat terhambat.
  6. Konsumsi alkohol. Bagi mereka yang mengkonsumsi minuman beralkohol juga sangat rentan mengalami malnutrisi, karena ketika kita mengkonsumsi alkohol secara terus menerus atau sudah berangsur lama itu akan memicu terjadinya kerusakan pada pankreas sehingga tubuh mengalami kesulitan dalam hal mencerna serta menyerap nutrisi serta vitamin yang ada di dalam makanan yang kita makan.

Faktor-Faktor Risiko Malnutrisi

  • Ekonomi rendah
  • Lingkungan yang tidak higienis
  • Kelainan makan (anorexia nervosa, bulimia)
  • Sedang dalam masa pemulihan pasca sakit
  • Nafsu makan berlebih

Pencegahan Malnutrisi

  • Jaga kebersihan lingkungan
  • Pastikan makanan yang kita konsumsi banyak mengandung nutrisi dan vitamin
  • Olahraga teratur
  • Konsumsi cemilan sehat disela-sela waktu senggang
  • Pastikan makanan yang kita makan ada dalam porsi yang ideal atau tidak kurang dan tidak lebih

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 4 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending