Connect with us

Humaniora

Lurah Bahu Jusuf Gampamole Meninggal Dunia, Ini Kata Warganet

Published

on

Jusuf Gampamole

KlikMANADO – Kabar duka kembali menyelimuti Pemerintah Kota Manado. Lurah Bahu Jusuf Gampamole dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (11/11/2017) menjelang malam.

 

Lurah yang begitu giat menjaga kebersihan wilayahnya ini dikenal aktif juga di media sosial facebook. Lantas apa kata warganet mendengar kabar duka ini? Berikut penelusuran KlikNews.

 

Akun Junnifer Kaparang menulis duka yang mendalam atas meninggalnya Jusuf Gampamole. Dalam statusnya, dia bahkan mengutip ayat Alkitab dan memberi hashtag #FigurSederhana dan #BaikHati.

 

“Selamat Jalan Pa Akang Jusuf Gampamole Lurah Bahu…

Berharga dimata Tuhan kematian semua orang yg di kasihiNya.. mzm 116:15

Tuhan Yesus sumber kekuatan bg keluarga yg di tinggalkan ..

#FigurSederhana
#BaikHati”

 

Belum diketahui pasti penyebab kematian Jusuf. Namun dalam komentar pada status tersebut disebutkan bahwa sosok humoris ini menderita tetanus akibat luka yang tidak sempat diobati.

 

Akun Albert New Wales juga mengakui bahwa Jusuf adalah sosok yang baik dan humoris. Pengakuan tersebut ditulisnya dalam komentar status milik akun Junnifer Kaparang.

 

“Turut berduka cita…
Sahabat yg Pambae
Pangba grab…”

 

Sebelum meninggal dunia, Jusuf sempat membuat status yang terhitung sangat baik, sembari menambahkan foto gambar Tuhan Yesus.

 

“Hatiku percaya…
Hatiku percaya…
Hatiku percaya…
Slalu ku percaya…”

 

Sebanyak 98 pengguna facebook menanggapi status itu. Dari jumlah tersebut, 86 diantaranya menyukai, 10 lainnya menanggapi dengan tanda hati, dan sisanya memberi tanda sedih.

 

Sekadar informasi, Jusuf Gampamole lahir di Manado, 22 Juni 1969. Dia mengawali karir kepegawaian sebagai staf di Pemerintah Kecamatan Wenang. Pria yang kini berpangkat eselon IV/A ini selanjutnya dipercaya menjabat Sekretaris Kelurahan Pinaesaan pada 29 Januari 2009.

 

Berikutnya, dia kembali dimutasi di Kelurahan Tikala Baru, dengan jabatan yang sama, pada 20 September 2013. Tidak sampai setahun, dia diangkat sebagai Lurah Kairagi Weru, pada 11 Maret 2014, dan akhirnya mengakhiri karir dengan jabatan Lurah Bahu.

 

(Sahril Kadir)

Humaniora

Yayasan Kans Peduli Nusantara Bantu Korban Banjir Ketang Baru

Published

on

KlikMANADO – Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah kelurahan di Kota Manado mendapat perhatian dari Yayasan Kans Peduli Nusantara.

Yayasan Kans Peduli Nusantara yang berada di Gorontalo, menyumbangkan pakaian bekas layak pakai, dan kebutuhan perempuan dan anak untuk korban banjir di Ketang Baru.

Sebagaimana diungkapkan koordinator yayasan di Gorontalo Agung S melalui perwakilan di Manado Gladys Mawaty, bantuan tersebut terkumpul berkat jerih payah seluruh personel yayasan.

Menurut dia, bantuan yang terkumpul di Gorontalo bisa tiba di Ketang Baru atas kerja sama banyak pihak. Makanya, dia mengapresiasi para pihak tersebut.

“Di antaranya Baznas Sulawesi Utara yang dipimpin Hi Abid Takalamingan yang telah memfasilitasi transportasi bantuan dari Gorontalo sampai di Ketang Baru,” ujar Gladys, Sabtu (23/1/2021).

Yayasan Kans Peduli Nusantara
Suasana pengumpulan bantuan di Gorontalo. (Sumber Foto: Istimewa)

Adapun personel Anak Ketang Baru Rantau Selvioda Monoarfa mengapresiasi kepedulian banyak pihak atas musibah yang dialami warga.

“Kami juga sangat mengapresiasi Koordinator Anak Ketang Baru Rantau bung Jefry Kadjuju yang telah melakukan lobi-lobi sehingga bantuan ini bisa ada,” terangnya.

Dia mengungkapkan, bantuan tiba di Ketang Baru pada Kamis (21/1/2021) malam. “Sebenarnya kami berencana menyalurkan bantuan itu pada Jumat (22/1/2021). Tapi karena ternyata banjir lagi, sehingga baru Sabtu (23/1/2021) hari ini bisa disalurkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Ketang Baru Muhammad Jabir Awal mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan Anak Ketang Baru Rantau. “Aksi ini patut diapresiasi,” pungkasnya.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Peduli, Anak Ketang Baru Rantau Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Published

on

Pemuda Ketang Baru membagikan bantuan dari Anak Ketang Baru Rantau kepada korban banjir, beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Kampung yang menjadi tempat kita dibesarkan akan selalu membawa cerita indah. Makanya, kampung tersebut akan senantiasa teringat di hati dan pikiran.

Hal itu pula yang terjadi pada Anak Ketang Baru Rantau. Meski telah bekerja dan menetap di luar daerah, mereka tetap tak melupakan kampung dimana mereka dibesarkan.

Saat banjir menerjang kampung yang terletak di Kecamatan Singkil ini, Anak Ketang Baru Rantau langsung bergerak. Dengan berbagai kekuatan, mereka menghimpun bantuan untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana.

Pada Selasa (19/1/2021) kemarin, bantuan berupa ratusan dus makanan siap santap mereka salurkan.

Menurut Koordinator Anak Ketang Baru Rantau Jefry Kadjuju, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas warga asal Ketang Baru yang kini berada di rantau.

“Minimal bisa mengurangi beban kebutuhan. Apalagi biasanya di saat seperti ini (banjir surut), adalah saat-saat yang melelahkan,” kata Kadjuju, kepada KlikNews, Rabu (20/1/2021).

Aksi ini, lanjut dia, adalah aksi spontanitas mereka atas kejadian yang terjadi di kampung. “Akan ada bantuan lainnya yang akan diberikan dari para anak rantau,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Ketang Baru Muhammad Awal mengapresiasi bantuan yang diberikan anak rantau. “Ini sangat membanggakan dan bisa jadi contoh untuk yang lain,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Ketang Baru merupakan salah satu kelurahan yang diterjang banjir, pada Sabtu (17/1/2021) lalu.

(***)

Continue Reading

Humaniora

Bantu Korban Bencana, Sinergi Amal Dirikan Dapur Umum

Published

on

Dapur Umum
Suasana dapur umum Sinergi Amal. (Sumber Foto: Istimewa)

MANADO – Relawan Sinergi Amal kembali beraksi pascabencana banjir dan tanah longsor Manado.

Kali ini, lembaga sosial yang terdiri dari beberapa komunitas mendirikan dapur umum guna men-support makanan siap santap bagi para korban, sejak Sabtu (15/1/2021) hingga Senin (18/1/2021).

Ketua Sinergi Amal Sulut Imam Muhlisin mengatakan, pada Sabtu (15/1/2021), dapur umum Sinergi Amal mendistribusikan 1.000 paket makanan siap santap di titik-titik paling parah dan terisolir. Di antaranya Ponpes Assalam Manado, Darul Istiqamah Manado, kampung Argentina dan kelurahan Banjer.

“Pada Minggu (16/1/2021), mendistribusikan 5.000 paket makanan siap santap di seluruh titik yang terdampak banjir. Dan membuka sejumlah pos hangat di beberapa titik evakuasi,” katanya, Selasa (18/1/2021).

“Pada Senin (17/1/2021), kembali mendistribusikan 1.000 paket makanan siap santap di beberapa titik yang masih terendam dan yang masih dalam tahap pembersihan diantaranya kampung Tanjung, Komo, Banjer dan Paal Dua,” sambungnya.

Dia menyebutkan, total keseluruhan donasi yang tersalurkan hingga Senin (17/1/2021) kurang lebih 7.000 paket makanan siap santap dengan nilai Rp20 juta.

“Terima kasih kepada Muzakki dan para donatur yang telah mempercayakan donasinya kepada kami. Semoga Allah membalas seluruh kebaikan dan niat tulus dari bapak ibu,” ujar Imam.

Sebagaimana diketahui, hujan deras yang mengguyur Kota Manado Sulawesi Utara selama dua hari telah mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor hampir di seluruh kecamatan, pada Sabtu (15/1/2021).

Bencana tersebut menelan korban tewas sejumlah 6 orang dan lebih dari 500 jiwa mengungsi, serta sejumlah lainnya bertahan dilantai dua rumah masing-masing.

Di antara daerah yang terdampak adalah Kecamatan Tikala, Paal Dua, Sario, Malalayang, Bunaken, Tuminting, Wenang, Mapanget dan Singkil.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending