Connect with us

Headline

Lowong Setahun Lebih, Satu Kursi Anggota DPRD Manado Akhirnya Terisi Senin Nanti

Published

on

KlikMANADO – Satu kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Manado yang lowong sejak setahun lebih, akibat pengunduran diri Boby Daud yang saat itu mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Manado periode 2016-2021, akhirnya akan diduduki secara resmi oleh Sjarifuddin Taha lewat Sidang Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) dan Pelantikan, Senin (7/8/2017) nanti.

Jumat (4/8/2017) siang, Sekretariat DPRD Manado pun terlihat sibuk menggelar persiapan berupa gladi bersih kegiatan sakral tersebut. Dari pantauan KlikNews, Ketua DPRD Manado Noortje Van Bone memimpin langsung proses gladi bersih tersebut. Sedangkan Sjarifuddin Taha mengikuti secara seksama petunjuk dan arahan dari pihak Sekretariat DPRD Manado.

Sementara itu, Boby Daud saat dikonfirmasi mengaku legowo dengan PAW tersebut. “PAW harus dilakukan demi kepentingan PAN dan masyarakat Kota Manado. Jadi tidak bisa tidak, ini juga untuk masyarakat. Tidak bisa berlama-lama lagi,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, pihaknya telah menerima undangan resmi sidang paripurna PAW dari Sekretariat DPRD Manado. “Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa sidang paripurna akan dilakukan Senin,” sambungnya.

Adapun Ketua Fraksi PAN Bambang Hermawan menyambut gembira kabar tersebut. “Iya memang jadwal ini sudah dirapatkan Banmus (Badan Musyawarah). Kami dari Fraksi PAN tentu menerima PAW ini,” ungkapnya.

“Apalagi, Fraksi PAN memang sudah kekurangan personel sudah cukup lama. Satu tahun lebih. Kan ini tidak baik bagi Fraksi PAN yang sejak awal memiliki hasrat untuk tetap berusaha mengawal kepentingan rakyat Manado,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, awalnya DPRD Manado memiliki dua kursi lowong yang ditinggalkan Tonny Rawung dari Fraksi PDIP, dan Boby Daud dari Fraksi PAN. Keduanya mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Manado setelah maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Manado periode 2016-2021. Sayangnya, berbeda dengan PAW Tonny Rawung yang berlangsung lebih cepat, proses PAW Boby Daud justru memakan waktu cukup lama.

Bahkan diketahui, beberapa kali DPW PAN Sulut maupun Sjarifuddin Taha harus melakukan upaya pressure ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Pasalnya, disinyalir berkas PAW sempat tertahan cukup lama di Biro Hukum dan Pemerintahan. (Ayi)

Headline

Update Peta Risiko Covid-19 di Sulut Per 24 Januari 2021

Published

on

Update Peta Risiko
Peta Risiko Covid-19 Terbaru. (Sumber Foto: GTN)

KlikSULUT – Gugus Tugas Nasional Covid-19 kembali mengumumkan update perkembangan terbaru peta risiko Covid-19 secara Nasional.

Sebagaimana dirilis dalam website resmi Gugus Tugas Nasional Covid-19, khusus Sulawesi Utara ada empat kabupaten dan kota yang berkutat pada zona merah. Sisanya ada pada zona oranye.

Berikut update daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 24 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona merah jadi zona oranye

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona merah jadi zona oranye

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona merah jadi zona oranye

Kotamobagu tetap zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

Update Peta Risiko Covid-19: 7 Daerah di Sulut Zona Merah

Published

on

Konfirmasi Positif Covid-19
Ilustrasi. (Sumber Foto: Dok KlikNews)

KlikJAKARTA – Gugus Tugas Nasional kembali meng-update peta risiko Covid-19 per 17 Januari 2021.

Dari update tersebut diketahui ada 108 kabupaten dan kota berstatus zona merah, 347 zona oranye, 45 zona kuning, dan 14 kabupaten dan kota tidak terdampak atau tak ada kasus baru.

Untuk Sulawesi Utara, peta risiko kembali berubah. Jika sebelumnya hanya ada tiga daerah zona merah, per 17 Januari 2021 ini bertambah empat daerah. Sehingga total ada tujuh kabupaten dan kota yang berstatus risiko tinggi atau zona merah.

Berikut daftar kabupaten dan kota di Sulut berdasarkan zonasi risiko Covid-19 per 17 Januari 2021:

Bolaang Mongondow tetap zona oranye

Minahasa dari zona oranye naik jadi zona merah

Kepulauan Sangihe tetap zona oranye

Kepulauan Talaud tetap zona oranye

Minahasa Selatan tetap zona merah

Minahasa Utara tetap zona merah

Minahasa Tenggara dari zona oranye naik jadi zona merah

Bolaang Mongondow Utara tetap zona oranye

Kepulauan Sitaro tetap pada zona oranye

Bolaang Mongondow Timur tetap zona oranye

Bolaang Mongondow Selatan tetap zona oranye

Manado tetap zona merah

Bitung tetap zona oranye

Tomohon dari zona oranye naik jadi zona merah

Kotamobagu dari zona oranye naik jadi zona merah

(***)

Continue Reading

Headline

BMKG Jelaskan Penyebab Banjir di Pesisir Pantai Manado

Published

on

Kondisi salah satu wilayah pesisir pascakejadian hantaman air laut. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikMANADO – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab banjir di wilayah pesisir Pantai Manado, yang terjadi pada Minggu (17/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, peristiwa tersebut merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Peristiwa naiknya air laut yang menyebabkan banjir terjadi di Pesisir Manado kemarin merupakan salah satu kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Indonesia. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tidak perlu mengungsi, tapi tetap waspada dan terus memantau serta memperhatikan update informasi cuaca terkini dari BMKG,” kata Eko, Senin (18/1/2021).

Eko menjelaskan, peristiwa tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain angin kencang berkecepatan maksimum 25 Knot yang berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di Laut Sulawesi, Perairan utara Sulawesi Utara, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan Laut Maluku bagian utara dengan ketinggian gelombang mencapai 2,5 – 4,0 meter.

“Bersamaan dengan itu juga adanya pengaruh kondisi pasang air laut maksimum di wilayah Manado yang menunjukkan peningkatan pasang maksimum harian setinggi 170-190 cm dari rata-rata tinggi muka air laut (Mean Sea Level/MSL) pada pukul 20.00-21.00 Wita,” ungkapnya.

Berdasarkan analisis gelombang diketahui, arah gelombang tegak lurus dengan garis pantai sehingga dapat memicu naiknya air ke wilayah pesisir.

“Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado,” jelasnya.

Lanjut dia, beberapa hari terakhir wilayah Sulawesi Utara dilanda hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan. “Fenomena cuaca tersebut sebenarnya merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi terutama pada saat puncak musim hujan seperti saat ini,” terangnya.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi,” tambah Eko.

Masyarakat juga diharapkan mengambil langkah antispatif terhadap potensi masuknya air laut ke daratan pada saat fase pasang air laut yang bersamaan dengan gelombang tinggi dan angin kencang.

“Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung dan mengikuti arahan dari BNPB atau BPBD setempat,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Continue Reading
Advertisement

Trending