Liow: Gebyar Bela Negara di Tondano Akan Pecahkan Rekor Muri
Connect with us

Hukrim

Liow: Gebyar Bela Negara di Tondano Akan Pecahkan Rekor Muri

Published

on

Gebyar Bela Aksi Negara

KlikSULUT – Peringatan hari bela negara yang jatuh pada 11 Desember 2017, akan dipusatkan di Sulawesi Utara, dalam bentuk Gebyar Aksi Bela Negara.

 

Gebyar Aksi Bela Negara itu akan diselenggarakan di stadion Maesa Tondano, Minahasa, pada Senin (11/12/2017) nanti. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dipastikan akan menjadi inspektur upacara (Irup) kegiatan tersebut.

 

“Hingga saat ini belum ada perubahan. Pak Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang akan jadi Irup. Juga ibu Puan Maharani dipastikan akan hadir langsung,” ujar Ketua Panitia Daerah, yang juga Kepala Badan Kesbangpol Sulawesi Utara, Steven Liow, melalui WhatsApp, Kamis (7/12/2017).

 

Dia mengungkapkan, segala persiapan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut sudah hampir rampung. “Semua persiapannya kita teliti secara detail. Karena acara ini adalah hajatan besar dari giat bela negara,” katanya.

 

Menurut dia, peserta yang akan hadir dalam Gebyar Aksi Bela Negara berjumlah ribuan orang. “Ada 100 ribu kader Bela Negara se-Sulut yang menyatakan siap mengikuti Aksi Bela Negara ini. Mereka juga akan mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Bela Negara,” bebernya.

 

Bahkan, kata dia, aksi tersebut nantinya akan memecahkan rekor MURI, dengan jumlah peserta terbanyak. Grup band Slank juga akan meramaikan acara ini.

 

Sekadar informasi, Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

 

Saat ini, situasi yang dihadapi bangsa Indonesia bukan lagi ancaman konvensional atau militer. Namun, terancam pada budaya, sosial dan politik. “Selain tiga hal tersebut, yang jelas dan nampak yaitu ancaman teknologi,” jelas Direktur Bela Negara Kementerian Pertahanan Laksma TNI Muhamad Faisal.

 

“Buktinya, sering kita mendapati berbagai berita yang tidak penting atau berita bohong. Nah, ini salah satu oeran bela negara yang kita lakukan. Kita harus bijak menggunakan Medsos yang ada. Jadi, bela negara itu tidak hanya pertahanan militer,” katanya, saat me-launching Pilot Project sekolah Bela Negara se Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu di Manado.

 

(Janni Kasenda)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending