Lestari Bumi Hijau Kolaborasi Dengan KPSDA Ta’aretes Lakukan Penanaman Pohon di Kawasan Hutan Gunung Soputan
Connect with us

Minahasa

Lestari Bumi Hijau Kolaborasi Dengan KPSDA Ta’aretes Lakukan Penanaman Pohon di Kawasan Hutan Gunung Soputan

Published

on

Anggota LBH saat mengerjakan pembuatan bak air sebagai sumber mata air utama yang ada di Camping Ground Elas Wangker Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Timur. (Foto. LBH)

KlikMINAHASA – Sebagai komitmen pelestarian lingkungan hidup khususnya  objek wisata Gunung Soputan, Lestari Bumi Hijau(LBH) bersama dengan KPSDA(Kelompok Pelestarian Sumber Daya Alam) Ta’aretes Desa Tumaratas melalukan rehabilitasi hutan penanaman pohon, pemancangan plang peringatan dan pembuatan bak air di lokasi Camping Ground di Desa Tumaratas Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa (14-20/09/2021).

Menurut Ketua LBH, Bryvi Lotulung, saat dihubungi mengatakan, penanaman pohon buah Pakoba, Gaharu dan Nantu, merupakan upaya rehabilitasi  hutan yang sempat terbakar ditahun 2010 sampai 2019 yang lalu.

“Rehabilitasi kawasan hutan lindung Gunung Soputan samgat penting dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di sejumlah desa di bawah kaki Gunung Soputan khususnya wilayah Langowan Barat. Selain itu kami juga membangun bak air di lokasi Base Camp Elas Wangker untuk memudahkan para pendaki mendapatkan  air bersih yang berkualitas. Bak air iini langsung diresmikan penggunaannya oleh Hukum Tua Desa Tumaratas, Hetty H Woran SE,” tterang Lotulung.

Kegiatan ini diharapkan dapat meng-edukasi sekaligus menggairahkan gemerasi muda pecinta alam untuk ikut melestarikan bumi ciptaan Tuhan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berdampak positif bagi para pendaki Gunung Soputan ataupun penikmat alam, agar ikut menjaga keasrian dan kebersihan hutan dan gunung dari sampah agar bisa diwariskan kepada anak cucu dalam keadaan baik,” tandas  Putra Tonsea ini.

Lebih jauh dikatakan, kegiatan ini dihelat sebagai momentum HUT LBH yang pertama.

Sejak berdiri setahun yang lalu, LBH telah melakukan penanaman 1800 pohon berbagai jenis di sejumlah tempat.

“Kami berusaha terus konsisten menjaga hutan di sini, sebab menjaga hutan menghasilkan multi manfaat bagi banyak orang baik bidang pertanian maupun destinasi wisata khususnya gunung api Soputan yang selalu menjadi favorit para pendaki,” kunci Lotulung.

Sementara itu, terpisah Wandy Oroh salah satu pentolan KPSDA Ta’aretes mengatakan, selama periode tahun 2010 sampai 2019 terjadi tiga kali Karhutlah(Kebakaran Hutan dan Lahan)

“Kebakaran yang terbesar terjadi pada tahun 2017, yang menghanguskan sekira 1000-an hektar areal, 200 ha diantaranya di wilayah Desa Tumaratas, sedangkan sebagian besar di wilayah Desa Silian Tombatu Kabupaten Mitra dan di Kota Menara Minsel,” terang Oroh yang bersama anggota KPSDA Ta’retes berkolaborasi dengan LBH, Kahyangan Hikers dan sejumlah pecinta alam lainnya ikut menyukseskan kegiatan ini.

Rehabilitasi hutan hasil ini mendapat apresiasi luar biasa dari sejumlah member Grup FKPA(Forum Komunikasi Pecinta Alam Sulut) lewat komentar mereka di grup pecinta alam yang memiliki  49.500 member.

“Full apresiasi buat LBH dan KPSDA Ta’aretes, sukses selalu,” sebut salah seorang member. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending