Lapian Polisikan Gubernur DKI Anies Baswedan
Connect with us

Headline

Lapian Polisikan Gubernur DKI Anies Baswedan

Published

on

Lapian

KlikMANADO – Inisiator Gerakan Pancasila Jack Boyd Lapian didampingi organisasi sayap PDIP Banteng Muda Indonesia melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bareskrim Polri, Selasa (17/10/2017).

 

Laporan yang dilayangkan Lapian berkaitan dengan penggunaan kata “pribumi” dalam pidato perdananya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10) malam.

 

Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, laporan itu diterima polisi dengan Laporan Polisi Nomor: LP/ 1072/ X/ 2017/ Bareskrim.

 

Dalam laporan itu diketahui, Anies dilaporkan karena dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis, sebagaimana dimaksud Pasal 4 Huruf B ke-1 dan 2 dan Pasal 16 UU Nomor 40 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

 

“Kami lakukan laporan polisi terkait adanya dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang diduga dilakukan oleh Gubernur DKI terpilih saat sesi acara gubernur di Pemprov DKI Jakarta. Banteng Muda Indonesia sebagai saksi,” kata Rudi Kabunang, kuasa hukum pelapor.

 

Lapian mengatakan, laporan itu dilayangkan karena kata “pribumi” yang dilontarkan Anies bersifat diskriminatif, sehingga justru dapat memecah belah Pancasila.

 

“Pribumi yang mana? Pribumi Arab, Cina, siapa? Karena saya lihat ini memecah belah Pancasila. Pada Pancasila tak ada lagi apa bahasamu, apa ras, semua menjadi satu,” ucap Jack.

 

Sebelumnya, Banteng Muda Indonesia menilai, ada unsur dugaan tindak pidana terkait pemilihan diksi “pribumi” yang diucapkan Anies saat berpidato itu.

 

Penggunaan kata pribumi dan nonpribumi sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 dan dilarang sesuai Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998.

 

“Ada penghentian penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi di dalam berbagai kegiatan kebijakan atau penyelenggaraan urusan pemerintahan (sesuai undang-undang dan peraturan),” tegas Kepala Departemen Bidang Hukum dan HAM Banteng Muda Indonesia Pahala Sirait.

 

Sekadar informasi, dalam pidato perdananya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/10/2017) malam, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan kata pribumi saat menyinggung kolonialisme dan kemerdekaan.

 

“Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Anies dalam pidatonya.

 

Tak berselang lama, pernyataan itu mendapat kritik habis-habisan dari netizen di media sosial. Banyak netizen menilai Anies Baswedan tak sepantasnya mengklasifikasi rakyat dengan pribumi maupun nonpribumi.

 

(Sahril Kadir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending