La Lina Teraktivasi di Pasifik Timur, BNPB Imbau Warga Waspada
Connect with us

Headline

La Lina Teraktivasi di Pasifik Timur, BNPB Imbau Warga Waspada

Published

on

La Nina

KlikJAKARTA – BNPB mengimbau warga mewaspadai fenomena La Lina yang terinformasi sudah teraktivasi di Pasifik Timur.

Bagaimana tidak, fenomena La Lina dapat berdampak pada anomali cuaca yang berujung pada bencana hidrometeorologi. Meski demikian, dampak tersebut sangat bergantung pada musim dan bulan, wilayah serta intensitasnya.

Kapusdatinmas BNPB Raditya Jati menyampaikan perlunya kewaspadaan terhadap kondisi hujan di atas normal pada Oktober dasarian I dan II. Satuan dasarian yang digunakan menunjuk pada kurun waktu sepuluh harian.

Upaya dini pencegahan dan mitigasi, kata Raditya, harus dilakukan untuk mengurangi atau pun menghindari dampak bencana.

“Setiap keluarga dapat memonitor dan menganalisis secara sederhana potensi bahaya yang ada di sekitar. Melalui aplikasi berbasis teknologi informasi, InaRISK personal, kita dapat melihat ancaman bahaya di sekitar kita,” terang Raditya, pada Kamis (1/10/2020).

“Kemudian, diskusikan di antara anggota keluarga langkah-langkah mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, seperti mematikan aliran listrik, menyimpan dokumen penting di tempat aman atau menyiapkan tas siaga bencana,” sambungnya.

Sebagaimana diinformasikan Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supari, berdasarkan analisis dari potret data suhu permukaan laut di Pasifik, saat ini La Lina sudah teraktivasi di Pasifik Timur.

Kondisi ini dapat memicu frekuensi dan curah hujan wilayah Indonesia pada bulan-bulan ke depan hingga April tahun depan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Beberapa provinsi diperkirakan akan memasuki musim hujan pada Oktober 2020,” kata Supari saat konferensi pers tim intelejen penanggulangan bencana yang dilakukan secara virtual pada Rabu (30/9).

Sementara itu, prakiraan awal musim hujan akan berlangsung pada Oktober dengan wilayah teridentifikasi di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

Prakiraan tersebut untuk wilayah Sumatera, seperti di pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka dan Lampung.

Wilayah Jawa diprakirakan terjadi di Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Timur.

Sedangkan di wilayah Kalimantan, potensi hujan di sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Melalui analisis maupun informasi peringatan dini cuaca, BMKG mengharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai focal point penanggulangan bencana di tingkat provinsi, kabupaten dan kota untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending