Kyai Modjo Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan
Connect with us

Humaniora

Kyai Modjo Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan

Published

on

Pahlawan

KlikMANADO – Alm Kyai Modjo tampaknya bakal segera dianugerahi gelar pahlawan. Pasalnya, berbagai penelitian dan seminar kepahlawanannya terus dilakukan berbagai pihak.

 

Terakhir, seminar kepahlawanan Kyai Modjo digelar di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (24/10/2017) lalu, yang dibuka langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen.

 

Silangen mengatakan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut sangat gembira sekaligus memberikan apresiasi terkait dengan gagasan seminar Kyai Modjo yang akan diusulkan mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

 

“Berbicara tentang pahlawan tentunya menyangkut perjuangan karena telah berkorban membela bangsa dan negara serta pantang menyerah sekaligus telah mengaktualisasikan perjuangan tanpa pamrih serta berjuang melebihi kemampuannya,” ujar Silangen.

 

Sehingga, lanjut Sekprov, pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban untuk melakukan penelitian, pengkajian sejarah bagi para pejuang yang benar mempunyai riwayat perjuangan yang sangat mulia dan berharga bagi bangsa Indonesia.

 

Sementara itu, Kadis Sosial Sulut Grace Punuh menambahkan, hasil simposium atau seminar kepahlawanan Kyai Modjo secara prosedural akan ditindaklanjuti Pemprov Sulut melalui pengkajian kepahlawananan.

 

“Seminar nasional daerah dan dilakukan sidang oleh tim penilai pengkaji gelar daerah (TP2GD) yang akan diteruskan ke tim penilai pengkaji gelar nasional,” katanya.

 

Hadir pada kesempatan itu para tokoh -tokoh masyarakat, mahasiswa, serta keluarga Kyai Modjo bahkan Sekda Kabupaten Gorontalo dan akademisi, bahkan dalam kesempatan itu salah satu nara sumber dari jakarta memberikan buku terkait Kyai Modjo kepada Sekprov yang diwakili Kadis Sosial didampingi Sekretaris Dinas Valio Dondokambey dan Kabid pemberdayaan  Sosial Joice Rukmini.

 

Berdasarkan UU RI nomor 20 tahun 2019 dan peraturan pemerintah RI nomor 35 tahun 2010 yang telah mengatur tentang gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan.

 

Sebagaimana dikutip dari Wikipedia, Kyai Modjo adalah ulama dari Jawa Tengah. Dia merupakan penentang gerakan pemurtadan di kalangan bangsawan dan sultan oleh pemerintahan kolonial Belanda saat masa penjajahan.

 

Pada tahun 17 November 1828, Kyai Modjo ditangkap Belanda di Desa Kembang Arum, Jawa Tengah. Kyai Modjo lalu dibawa dan diasingkan ke Batavia lantas diasingkan kembali ke Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.

 

Selama masa pengasingannya, Kyai Modjo mendirikan kampung Jawa Tondano di Minahasa yang disebut-sebut menjadi awal masuknya Agama Islam di Minahasa. Kyai Modjo wafat di tempat pengasingan pada tanggal 20 Desember 1849 diusia 57 tahun.

 

(Jakaz)

Advertisement

Trending