KPA Bersih-Bersih Pantai Paal Marinsow, Dua Hari Produksi 14 Kantong Plastik
Connect with us

Daerah

KPA Bersih-Bersih Pantai Paal Marinsow, Dua Hari Produksi 14 Kantong Plastik

Published

on

KlikMinut – Kelompok Pencinta Alam yang terdiri dari Jalantara (Jelajah Alam Nusantara), Baron Sulut dan MPA (Mahasiswa Pencinta Alam) Aesculap melakukan aksi sosial bersih-bersih Pantai Paal Desa Marinsow Kecamatan Likupang Timur Minut Sabtu dan Minggu, (12-13/09/2020).

Menurut Franky George Tiwa perwakilan MPA Aesculap aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu destinasi wisata pantai andalan di Sulawesi Utara.

“Marinsow merupakan wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang akan dikembangkan oleh pemerintah RI lewat keputusan presiden. Oleh karenanya semua komponen masyarakat termasuk komunitas pencinta alam wajib mendukung program super prioritas ini,” tukas Dokter Tiwa.

Selama dua hari, KPA yang berjumlah 20 orang ini menyusur Pantai Paal sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Sampah berupa botol plastik dan lainnya menjadi target pembersihan. Hasilnya 14 kantong plastik berhasil diangkat tim KPA ini.

“Kelompok kami sebenarnya lebih fokus ke pendakian gunung, tapi saat ini kami “turun gunung” melakukan aksi sosial seperti ini. Hal ini dimaksud untuk memotivasi masayarakat agar ikut memelihara kebersihan destinasi wisata agar wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal merasa nyaman dan betah saat berkunjung,” ujar Ade Azzam Segara dari Jalantara.

Ahmad Bagenda, pentolan Jalantara lainnya mengaku, giat seperti ini merupakan program prioritas Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Sulut dengan kepengurusan baru yang dipimpin Nanfie Tagah.
“Ini sejalan dengan visi dari FKPA dimana isu lingkungan menjadi perhatian serius dari FKPA,” tukas Bagenda.

Sementara iti terpisah, Hukum Tua Desa Marinsow Gabriel Tamasengge berterima kasih dan mengapresiasi aksi peduli lingkungan yang ditunjukan KPA ini.

“Semoga ini bisa dilanjutkan terus oleh masyarakat di Desa Marinsow, agar aset pariwisata ini bisa dipelihara dan memberi manfaat bagi wisatawan,” kunci Tamasengge.
(Rubby Worek)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending