Uji Coba Rudal Korea Utara Meningkat Tajam
Connect with us

Headline

Korea Utara Sudah Lakukan 18 Uji Coba Rudal Tahun ini

Published

on

Rudal Korea Utara

KlikINTERNASIONAL – Uji coba rudal yang dilakukan Korea Utara mengalami peningkatan. Sebagaimana dikutip dari The Washington Post, uji coba rudal oleh negara ini dinilai meningkat secara dramatis sejak tahun 2014 lalu.

 

“Korea Utara sedang menguji rudalnya lebih cepat daripada saya dapat memperbarui halaman,” kata Shea Cotton, peneliti yang mengelola database di Pusat Studi Nonproliferasi dan Prakarsa Ancaman Nuklir.

 

Dia mengungkapkan, terhitung untuk peluncuran harus melibatkan rudal dengan muatan berat minimal 500 kilogram dengan jarak 300 kilometer.

 

“Setelah peluncuran uji coba, kadang-kadang diperlukan beberapa hari bagi analis untuk menentukan apakah peluncuran tersebut melibatkan satu atau lebih rudal besar ini atau roket artileri yang lebih kecil yang tidak dilacak dalam database,” ungkapnya.

 

Presiden Korea Utara Kim Jong Un telah mengawasi lonjakan pengujian rudal menyusul kenaikannya sejak tahun 2011. Pada 2017 saja, misalnya, Korea Utara telah melakukan setidaknya 18 uji coba rudal. Itu lebih dari 16 tes yang dilakukan selama 17 tahun pemerintahan ayahnya, Kim Jong Il.

 

Bahkan disebutkan, dalam empat tahun terakhir, Korea Utara telah meluncurkan rudal hampir dua kali lebih banyak, yaitu sebanyak 76 kali, atau sama dengan yang dilakukan pada tiga dekade sebelumnya, yakni sebanyak 39 kali.

 

Keandalan rudal telah mengalami peningkatan secara signifikan sejak tahun pertama pengujian, yaitu pada tahun 1984. Pada masa itu, setengah dari peluncurannya gagal. Selanjutnya, tidak mengalami kegagalan peluncuran pada selang waktu tahun 2012 dan 2013.

 

Meski ada banyak peluncuran yang gagal dalam beberapa tahun terakhir, Pusat Studi Nonproliferasi mengatakan, sebagian besar disebabkan oleh pengembangan dan pengujian model rudal baru. Seperti Pukkuksong dan rudal seri Hwasong, yang beberapa di antaranya secara teoritis mampu menyerang benua Amerika Serikat.

 

Selain itu, menurut organisasi itu, peningkatan tidak hanya terjadi pada jumlah maupun jenis rudal. Situs peluncuran pun ikut meningkat tajam. Jika presiden sebelum Kim Jong Un melakukan uji coba rudal hanya di dua lokasi, menurut Pusat Studi Nonproliferasi, Kim saat ini telah meluncurkan rudal dari 17 situs di seluruh negeri.

 

Analis kelompok tersebut percaya bahwa negara tersebut meluncurkan rudal dari berbagai lokasi untuk memberi kekuatan militernya, ditempatkan di seluruh negeri, mengalami penanganan senjata jika terjadi konflik.

 

“Perubahan dalam perilaku pengujian Korea Utara konsisten dengan program rudal balistik jarak jauh yang semakin mampu dan berbahaya,” beber analisis kelompok tersebut.

 

Sebagaimana diketahui, Semenanjung Korea memanas lagi setelah Korea Utara menembakkan rudal hingga melintasi wilayah Jepang, pada Sabtu (26/8/2017) lalu. Menanggapi peluncuran rudal itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa “semua opsi sudah ada di atas meja.”

 

(Ayi)

Advertisement

Trending