Update: Korban Tewas Gempa Meksiko Capai 149 Orang
Connect with us

Headline

Update: Korban Gempa Meksiko Capai 149 Orang

Published

on

Korban Tewas

KlikINTERNASIONAL – Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,1 SR di Meksiko terus bertambah. Sebagaimana dikutip dari The Guardian, saat ini korban tewas sudah mencapai 149 orang.

 

Kepala Badan Perlindungan Sipil Meksiko Luis Felipe Puente menyebutkan, korban tewas di Morelos sebanyak 55 orang, 49 di Mexico City, Negara Bagian Puebla sebanyak 32 orang, 10 orang di Negara Bagian Meksiko, dan sisanya tewas di Negara Bagian pesisir Puerrero.

 

Rumah sakit-rumah sakit telah diperintahkan Presiden Enrique Pena Nieto untuk merawat semua orang yang terluka akibat gempa.

 

AT & T, operator mobile Meksiko pun telah membebaskan layanan telepon dan data, sehingga warga bisa saling berhubungan tanpa biaya apapun.

 

Di tempat lain, Badan Seismologi juga mengatakan telah terjadi 11 gempa susulan menyusul gempa tersebut, dengan yang terbesar berkekuatan 4 SR.

 

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,1 SR kembali melanda Meksiko Tengah, Selasa (19/9/2017) siang waktu setempat.

 

Laporan awal US Geological Survey menyebutkan, pusat gempa berada pada 2,8 kilometer (4,5 kilometer) timur laut timur laut San Juan Raboso dan 34,1 mil (55 km) selatan-barat daya kota Puebla, dengan kedalaman sekitar 33 mil (51 km).

 

Gempa berskala 7,1 itu menyebabkan kerusakan di Negara Bagian Morelos dan Puebla dan di Negara Bagian Meksiko. Saat gempa terjadi, warga sedang memperingati peristiwa serupa yang terjadi tepat 32 tahun lalu, yang menewaskan ribuan orang.

 

KBRI Mexico City juga telah mengeluarkan surat imbauan yang ditandatangani Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler Rendra Kusumawardana.

 

Isinya berupa imbauan agar WNI tidak melakukan kunjungan atau menunda perjalanan ke wilayah terdampak, yaitu Negara Bagian Estado de Mexico, Morelos, Puebla, Guerrero dan Mexico City.

 

Sedangkan WNI yang berada di lima negara bagian tersebut, dianjurkan untuk tetap waspada dan berhati-hati, serta mematuhi imbauan dari pemerintah setempat dan senantiasa membuka komunikasi dengan KBRI maupun komunitas WNI lainnya.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending