Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial, Manado Tembus 10 Besar
Connect with us

Sulut

Studio Big Data Masuk 10 Besar Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial

Published

on

Kompetisi Pemanfaatan Informasi Geospasial

KlikMANADO – Kabar menggembirakan bagi Pemkot Manado datang dari Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial yang digelar Badan Informasi Geospasial. Studio Big Data yang dikelola Badan Perencanaan dan Penelitan Pembangunan Daerah (Bappelitbangda) Manado sukses menembus 10 besar pada kompetisi itu.

 

Adapun 10 daerah yang masuk 10 Kompetisi Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial adalah Kota Bandung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bogor, Kabupaten Jepara, Kota Manado, Kota Pekanbaru, Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Kota Surabaya, dan Kabupaten Temanggung.

 

Kepala Bappelitbangda Manado Liny Tambajong saat dimintai tanggapannya mengaku, keberhasilan tersebut menjadi tantangan baru bagi instansi yang dipimpinnya. “Untuk menyiapkan presentasi yang akan diadakan oleh BIG data pada 6 September di Cibinong, Kantor BIG Data,” ujarnya, Selasa (29/8/2017).

 

Dia mengatakan, kesuksesan itu juga berkat support Wali Kota Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor Bastiaan, yang selalu terus menumbuhkan semangat Kota Cerdas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Manado.

 

Sebenarnya, kata dia, pihaknya sempat ragu untuk memutuskan keikutsertaan dalam kompetisi itu. “Studio Big Data baru di-launching sebulan yang lalu bertepatan dengan ulang tahun Kota Manado, 14 Juli lalu. Keputusan untuk ikut lomba, antara ya dan tidak karena form isian yang harus kami isi. Banyak persyaratan yang harus kami lengkapi,” terangnya.

 

“Namun semangat staf yang mempunyai latar belakang GIS dan IT membuat kami sepakat untuk melengkapi persyaratan sambil membangun data berbasis spasial berkolaborasi dengan Tim KotaKu (Kota Tanpa Kumuh), sehingga mengusung nama Dikomando (Digitasi dan Informasi Berbasis Geospasial dan terkoneksi Kotaku Manado)

Dia menambahkan, Studio Big Data yang menjadi dapur pengolahan data berada di samping Ruang Rapat Bappelitbangda. “Di studio itu, sambil merampungkan proses pendataan se-Kota Manado, menjadi tempat merencanakan program Kota Tanpa Kumuh yang lokasinya berada di sepanjang Sungai Tondano dan Sungai Tikala,” imbuhnya.

“Rapat-rapat langsung diadakan di situ dengan memakai simulasi peta sungai yang ditempelkan di meja dan dinding studio. Sehingga bisa mengantar peserta rapat, seperti berada di lokasi yang disasar. Inilah salah satu implementasi Informasi berbasis spasial, agar kita merancang kota dengan melihat langsung lokasi walaupun hanya dalam bentuk peta,” sambungnya.

 

(Ayi)

Advertisement

Trending