Kiamat 23 September Keliru. Ini Ramalan Terbaru Meade
Connect with us

Headline

Kiamat 23 September Tertunda

Published

on

Kiamat 23 September

KlikINTERNASIONAL – Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, David Meade, seorang yang mengaku peneliti, telah membuat heboh warganet. Pasalnya, dia meramalkan bahwa serangkaian peristiwa apokaliptik akan terjadi pada Sabtu, 23 September 2017 hari ini.

 

Menurut dia, saat ini Planet X yang lebih dikenal sebagai Planet Nibiru sudah berada di jalur tabrakan dengan bumi. Tabrakan tersebut nantinya akan mengguncang bumi dan memunculkan tsunami dan gempa bumi dahsyat, sehingga menghancurkan bumi.

 

Dia mengklaim, kejadian alam gerhana matahari dan Badai Harvey di Texas sudah ditandai dalam Alkitab. Pun dengan Badai Maria baru-baru ini yang telah menghancurkan Karibia, kata dia, menjadi bukti bahwa balet kosmis sedang membawa manusia ke akhir dunia.

 

Meade mengatakan, teori Planet X yang digaungkannya memiliki banyak kecocokan dengan kode-kode yang ada dalam Alkitab dan penanda kuno di piramida Mesir.

 

Sayangnya, sehari menjelang hari H ramalan kiamat itu, dia mengklarifikasinya. Seperti dikutip dari Washington Pos pada 20 September 2017, Meade telah menulis klarifikasi.

 

Dalam situsnya, dia menjelaskan bahwa semua orang salah paham tentang pandangannya soal bencana alam itu. Menurut dia, sejumlah media membesar-besarkan dan keliru dalam memberikan laporan bahwa ‘dia yakin’ 23 September akan menjadi hari terakhir dunia.

 

Klarifikasi yang disampaikannya ini cukup mengagetkan. Sebab, publikasi yang dia lakukan selama ini tentang Planet X sangat banyak.

 

Yang menarik adalah, dia sekarang mengklaim bahwa “tanda spiritual” akan muncul di langit pada 23 September, yaitu saat bulan akan muncul di bawah rasi Virgo.

 

Selanjutnya, dia mengklaim bahwa pada 5 Oktober nanti, Planet X akan benar-benar gerhana matahari dan menutupi bumi dalam bayangan. Ini akan menandakan dimulainya “tujuh tahun masa kesengsaraan” pada 21 Oktober.

 

Dia mengklaim sebuah asteroid bernama Wormwood, berukuran paling tidak berdiameter tiga kilometer, yang dilekatkan pada “bidang puing-puing sistem bintang Planet X” akan mencapai bumi pada suatu saat selama tujuh tahun.

 

“Ini akan melibatkan peristiwa iklim yang mengerikan yang berkaitan dengan Planet X atau Wormwood – itu adalah penilaian terompet dari Wahyu,” jelasnya.

 

Sinar matahari besar akan “menurunkan jaringan listrik,” terang Meade.

 

“Kerusuhan dan penjarahan akan tidak terkendali. Masyarakat akan kacau balau,” ungkapnya.

 

(Ayi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending