Ketua HNSI Talaud: Nelayan Butuh SPBN
Connect with us

Talaud

Ketua HNSI Talaud: Nelayan Butuh SPBN

Published

on

Ketua HNSI Talaud Yan Bawiling. (Sumber Foto: Istimewa)

KlikTALAUD – Harga ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud mengalami kenaikan. Diduga hal ini disebabkan kondisi cuaca ekstrem yang sedang melanda perairan Talaud, belakangan ini.

Cuaca ekstrem tersebut membuat pasokan ikan di tengah masyarakat berkurang, sehingga berdampak naiknya harga ikan yang dikonsumsi.

Meski demikian, menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Talaud Yan Bawiling, ada faktor lain yang menyebabkan pasokan ikan berkurang.

“Salah satunya adalah kurangnya fasilitas nelayan seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN),” ujar Bawiling kepada KlikNews, Rabu (24/2/2021).

Kata Bawiling, fasilitas SPBN belum optimal diberlakukan sehingga para nelayan di Talaud merasa dirugikan.

“Sampai sekarang banyak nelayan yang ingin menangkap ikan di laut terkendala akibat mahalnya bahan bakar, sehingga harga ikan di lapangan pun kadang menggunakan standar harga bahan bakar yang didapat dari industri, baik para agent BBM dan pengecer,” terangnya.

“Akibat kurangnya nelayan dalam mencari ikan terjadi pasokan ikan sedikit sehingga terjadi hukum alam antara produsen dan konsumen di tengah masyarakat, ‘Pasokan Ikan Sedikit Penggemar makan ikan (masyarakat) begitu banyak. Sudah tentu harga jadi mahal,” sambungnya.

Hal ini, lanjut dia, perlu dicarikan solusi oleh pengambil kebijakan, yakni pemerintah daerah ataupun pihak terkait. “Untuk menentukan ketersedian SPBN di setiap wilayah atau pulau sehingga nasib para nelayan bisa dijaminkan. Karena jika nelayan sejahtera pasti daerah maju, Negara kuat,” pungkasnya.

(Adi)

Advertisement

Trending