Kemenparekraf Luncurkan Protokol K4 Daya Tarik Wisata di Masa Pandemi
Connect with us

Ekobis

Kemenparekraf Luncurkan Protokol K4 Daya Tarik Wisata di Masa Pandemi

Published

on

Kemenparekraf

KlikJAKARTA – Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI Frans Teguh mengatakan, pemerintah, asosiasi dan industri, berbagi semangat dan pandangan bersama untuk membangkitkan kembali pariwisata Indonesia.

“Dengan membuka kembali taman rekreasi dan atraksi wisata sambil memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan secara baik sehingga tidak hanya mampu menjadi faktor utama dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid19, namun juga dapat mengangkat reputasi sekaligus menumbuhkan tingkat kepercayaan publik,” ujar Teguh pada diskusi Voxpp Shout! bertajuk ‘Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Di Daya Tarik Wisata’, Jumat (4/9/2020).

Adapun forum diskusi yang dipandu oleh Stephanie Amando sebagai moderator, KKemenparekraf meluncurkan dan mensosialisasikan Panduan Protokol K4 di Daya Tarik Wisata dan Homestay kepada asosiasi, pelaku industri dan peserta webinar. Asosiasi Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia dan Taman Safari Indonesia menyampaikan kesiapan dukungan dan partisipasi aktif dalam mengkomunikasikan serta mensosialisasikan kampanye InDOnesia CARE, protokol yang mencakup kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan yang lestari (Cleanliness, Health, Safety and Environment/CHSE) demi keseimbangan kepentingan bersama antara keberlangsungan industri dan keselamatan masyarakat.

“Seiring mulai melonggarnya pembatasan sosial, kami melihat fenomena baik di mana destinasi wisata dan taman-taman rekreasi sudah mulai kembali dibuka dan menerima pengunjung, khususnya di akhir pekan, sudah mulai ada pergerakan orang untuk berwisata,” jelas Teguh.

Karenanya, penting untuk mencermati dan memastikan penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan secara baik di tempat-tempat ini. Pemerintah begitu mengapresiasi pengelola Daya Tarik Wisata yang sudah memiliki kesadaran yang baik dalam menerapkan protokolnya.

Kampanye Indonesia Care dalam penerapannya harus memperlihatkan bentuk kepedulian bangsa Indonesia kepada kesehatan, kebersihan dan keselamatan masyarakat dan pelaku industri destinasi wisata itu sendiri.

“Pengelola taman rekreasi dan atraksi wisata diharapkan juga mampu untuk mengembangkan rekayasa teknis dan inovasi dalam pelayanan,” harap Teguh.

Sementara itu, (PLT) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bali, Cokorda Raka Darmawan mengatakan, Bali mempersiapkan diri untuk kehidupan dengan tatanan baru demi kembali bergeraknya ekonomi dan pariwisata serta upaya antisipasi penyebaran Covid-19 dan keselamatan masyarakat secara umum.

Kajian untuk mempersiapkan ini telah dilakukan sejak bulan Juni 2020. Di tingkat provinsi, ada Peraturan Gubernur no. 46 Tahun 2020 dan juga Peraturan Bupati no. 52 Tahun 2020 tentang Penerapan Displin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dalam kehidupanan tatanan baru.

Melalui Surat Edaran Bupati Badung no. 259 Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Badung kemudian mengeluarkan protokol kesehatan bagi tempat usaha pariwisata.

Awal Juli lalu, di tahap awal Bali mulai membuka kegiatan pariwisata khusus untuk masyarakat Bali sendiri, dan baru di akhir Juli lalu dibuka untuk wisnus. Ada 11 Daya Tarik Wisata di wilayah Kabupaten Badung yang sudah kami pastikan penerapan protokol K4 menyeluruh diantaranya adalah Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kencana dan Beach Walk Shopping Center.

“Karena itu, dengan kampanye Indonesia Care ini, kami memandang begitu penting untuk mendukung, bersinergi dan mengadopsi sepenuhnya untuk kepentingan bersama,” jelas Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Bambang Soetanto menyampaikan, ada sekitar 900-1000-an taman dan atraksi wisata dibawah asosiasi yang siap dan sudah menerapkan protokol kesehatan dalam lingkungan usahanya semenjak mulai boleh dibuka hingga kini.

Pariwisata domestik memang kelihatan mulai bangkit dan perlu kita kawal dan cermati bersama penerapan protokol K4-nya dan juga keberlangsungan usahanya. Dukungan dan bantuan dari para pemegang kepentingan, khususnya Pemerintah dalam hal ini begitu dibutuhkan ditengah masa yang cukup sulit dan menantang ditengah pandemi ini.

“Dalam semangat yang sama, Asosiasi mendukung dan mensinergikan sekaligus mensosialisasikan dan mengkomunikasikan prinsip dan nilai yang ada di protokol K4 InDOnesia CARE, khususnya untuk daya tarik wisata kepada anggota kami khususnya dan masyarakat pada umumnya,” terang Soetanto.

Sementara itu, Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau menjelaskan, Taman Safari yakin dengan mengadopsi dan menerapkan protokol K4 sesuai nilai-nilai dan arahan dalam Indonesia Care, pihaknya bisa lebih percaya diri untuk menghadirkan atraksi wisata yang sehat, bersih dan aman sekaligus berwawasan lingkungan hidup serta dalam waktu yang bersamaan kepercayaan (trust) masyarakat untuk berkunjung juga tumbuh.

Taman Safari Indonesia dikenal sebagai destinasi wisata alam dan edukasi yang saat ini mulai menikmati kunjungan masyarakat sejak mulai dibukanya. Demi keselamatan, penerapan protokol selalu jadi unsur utama yang diperhatikan.

“Misalnya selalu memastikan atraksi wisata yang dihadirkan hanya dapat diikuti dalam kapasitas pengunjung secara terbatas untuk memastikan physical distancing,” pungkas Sumampau.

(Mardi Golindra)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending