Keluarga Besar Torindatu Luruskan Klaim Pihak Lain Tentang Tanah Leluhur Torindatu di Manado
Connect with us

Headline

Keluarga Besar Torindatu Luruskan Klaim Pihak Lain Tentang Tanah Leluhur Torindatu di Manado

Published

on

Tanah Sulut
Ketua Rukun Keluarga Torindatu dan Kuasa Hukum Hendro Christian Silow.

KlikMANADO – Maraknya pemberitaan tentang asal-usul tanah di Sulawesi Utara (Sulut) akhir-akhir ini mendorong Keluarga Besar Torindatu memberikan informasi yang benar mengenai tanah leluhur Torindatu (Linora Torindatu) di Manado.

Melalui Pengurus Rukun yang dipimpin Benny Saerang SH MH, Keluarga Besar Torindatu menjelaskan tanah yang dimiliki leluhurnya yakni Willem Datu Yusup Paulus Torindatu dan Linora Torindatu seluas 2.206.400.000 m² dan di dalam daftar umum tercatat sebagai tanah yang dikuasai negara.

“Pemerintah juga lewat Kementerian Agraria bersedia memberikan dengan cuma-cuma sebagian dari tanah tersebut yang atas nama Linora Torindatu seluas 441.280.000 m² diberi sebagai Hak Milik,” ungkap Saerang, dalam press release yang diterima KlikNews, Selasa (16/3/2021).

Dia mengatakan, keterangan tersebut didasarkan pada Akte Eigendom Verponding nomor 232 tanggal 28 Juni 1879 No Afschrift 117, Meetbrief nomor 272, dan Surat Keputusan Kementerian Agraria No.Sk.537/Ka Tanggal 7 April 1960 yang ditandatangani di Jakarta.

Menurut dia, niat Keluarga Besar Torindatu dalam memberikan keterangan terkait tanah leluhurnya bukan sebagai ancaman kepada masyarakat, sehingga tidak berpikir ada upaya eksekusi besar-besaran.

“Keterangan tersebut diangkat sebagai upaya membantu atau memperbaiki sejarah asal usul tanah di Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado dan menghindarkan masyarakat dari adanya permainan mafia tanah agar masyarakat tidak dirugikan atas klaim palsu atas status tanah,” jelas Saerang.

Dikatakannya, Keluarga Besar Torindatu juga sudah mengirim surat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Utara tertanggal 10 dan 15 Maret 2021 terkait Tanah Leluhur Torindatu/Linora Torindatu tersebut.

“Eigendom Verponding milik leluhur Torindatu/Linora Torindatu adalah sertifikat kepemilikan tanah yang sah karena sesuai dengan persyaratan dalam pasal 21 UUPA 1960, dan juga diperkuat dengan adanya surat keputusan kementerian agrarian disebut diatas,” ujarnya.

Terkait pemberitaan adanya keputusan inkrah terhadap tanah leluhur Torindatu/Linora Torindatu yang diklaim Conraad Kalumata yang bertindak sebagai ahli waris dari tanah tersebut, ditegaskan Saerang, Keluarga Besar Torindatu telah menyatakan sikap jika Conraad Kalumata bukan bagian dari Keluarga Besar Torindatu atau tidak ada hubungan sedarah dengan Keluarga Besar Torindatu.

“Keluarga Besar Torindatu sedang mempersiapkan dokumen-dokumen untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian atas klaim sepihak dari Conraad Kalumata tersebut yang didapati sengaja dipalsukan untuk mengklaim tanah leluhur tersebut,” tegasnya.

“Dokumen-dokumen yang dipalsukan atau direkayasa oleh Conraad Kalumata seperti silsilah dari leluhur Torindatu/Linora Torindatu, dan lain sebagainya yang akan diungkapkan di kepolisian,” sambung Saerang.

Selain itu, kata Saerang, pihak-pihak luar yang melakukan intervensi dari upaya Keluarga Besar Torindatu dalam memperjuangkan hak waris dari tanah leluhur tersebut juga turut dilaporkan.

Bahkan, untuk menangani perkara itu, Keluarga Besar Torindatu telah menunjuk Hendro Christian Silow SH MH CLA sebagai kuasa hukum keluarga dalam upaya memperjuangkan hak keluarga.

(***)

Advertisement

Trending