Kebiasaan Cara Makan Pada Orang Lanjut Usia Dalam Kebudayaan
Connect with us

Catatan Publik

Kebiasaan Cara Makan Pada Orang Lanjut Usia Dalam Kebudayaan

Published

on

MAKANAN adalah kebutuhan biologis yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup setiap manusia terlebih khusus pada lansia dengan berbagai jenis makanan-makanan yang tersedia.

Namun ada kebudayaan-kebudayaan tertentu yang mempengaruhi bahan-bahan apa saja dilarang menurut aturan dalam suatu daerah. Untuk itu semua unsur budaya dapat dilihat dari keanggotaan dalam suatu aturan kebudayaan.

Makanan didefinisikan sebagai suatu kegiatan keseharian manusia yang dikategorikan dalam budaya menentukan bahan-bahan makanan yang hendak di makan karena adanya pantangan agama, tahayul, kepercayaan, tentang kesehatan dan suatu peristiwa yang kebetulan dalam sejarah terdahulu.

Pola aturan makanan orang lanjut usia

Makanan orang lanjut usia dianjurkan untuk lebih mengutamakan kualitas dari pada kuantitas. Orang lanjut usia lebih mengutamakan mengurangi jumlah makanan yang dimakan berhubungan terjadinya perubahan metabolisme pada tubuh (kebiasaan atau budaya masyarakat Minahasa yang sudah menjadi sejarah dari dulu bahwa belum dikatakan makan bila belum makan nasi).

Lansia harus berhati-hati dalam mengonsumsi asupan yang memiliki kandungan garam menurut penelitian (Sack, 2010).

Lansia tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang diawetkan dan makanan cepat saji, karena memiliki kandungan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh lansia.

Jenis Makanan Tepat Untuk Lansia

Jenis makanan yang tepat untuk lansia harus makanan yang mudah dikunyah dan mudah dicerna oleh mereka, seperti sumber karbohidrat dari nasi, jagung, umbian.

Lansia sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat seperti terdapat dari alam, sayur-sayuran hijau atau orange, dan buah-buahan segar. Hal ini disesuaikan dari faktor lingkungan. Selain itu konsumsi juga daging, telur, ikan dan kacang-kacangan.

Akan tetapi, jenis-jenis makanan yang baik dikonsumsi disesuaikan dari kebutuhan perorangan lansia yang telah menjadi budaya atau kebiasaan yang disesuaikan dalam daerahnya.

(*)

Penulis adalah Mahasiswa Semester 6 Prodi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Katolik De La Salle Manado

Advertisement

Trending