Penembakan di Las Vegas adalah Konspirasi?
Connect with us

Headline

Penembakan di Las Vegas adalah Konspirasi?

Published

on

Konspirasi

KlikINTERNASIONAL – Kasus penembakan di Las Vegas, Minggu (1/10/2017) malam waktu setempat, yang menyebabkan 59 orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka, memunculkan banyak rumor. Bahkan, sebagian orang menyebutnya sebagai sebuah konspirasi.

 

Apalagi, tersangka yang teridentifikasi bernama Stephen Paddock (64), telah bunuh diri sebelum polisi bisa sampai ke kamarnya.

 

Banyak pihak telah mencoba menginvestigasi dan akhirnya mengaitkannya dengan berbagai teori konspirasi untuk menjelaskan satu pertanyaan yang tidak dapat dijawab siapa pun. Mengapa dia menembak orang secara membabi buta?

Selama 24 jam terakhir, berbagai spekulasi bermunculan. Argumen hipotetis telah beredar melalui dunia maya, yang sudah pasti menarik perhatian pengguna internet.

 

Berikut sejumlah alasan munculnya dugaan konspirasi dalam kasus tersebut.

 

1. Penegak Hukum Belum Tahu Motif Penembakan

Motif Paddock melakukan penembakan terhadap orang-orang yang tidak berdosa tidak diketahui hingga kini. Hal ini menyebabkan orang-orang mencoba mencari tahu secara tepat apa yang ada dalam pikiran Paddock.

 

Berapa lama dia merencanakan ini, dan hampir setiap pertanyaan lain yang dapat dipikirkan oleh setiap orang.

 

2. Penembakan Terjadi Dekat Hotel Luxor, Yang Berbentuk Seperti Piramida

Tempat festival yang menjadi lokasi banyaknya orang tertembak berada di seberang Hotel Luxor di ujung selatan strip Las Vegas.

 

Luxor terkenal oleh bentuknya yang seperti piramida dan mudah dibedakan dengan bangunan lain. Sebuah piramida adalah simbol Illuminati yang dikenal.

 

Sejumlah teoretikus konspirasi percaya, penembakan tersebut dilakukan di lokasi ini untuk menjadi tanda dari Illuminati. Yang lain percaya, penembakan oleh Paddock merupakan bentuk pengorbanan.

 

3. Dilakukan dari Kamar Hotel di Lantai 32

Ranker, George Washington, John Wayne, Oscar Wilde, Benjamin Franklin, Don Rickles, Richard Pryor, Michael Richards, Willie Mays, dan beberapa nama lainnya telah teridentifikasi sebagai Freemason.

 

Beberapa tahun yang lalu, bintang musik country Brad Paisley mengaku sebagai seorang Mason. Jadi, apa hubungannya Freemason dengan konser di Las Vegas?

 

Paddock membidik ribuan orang dari kamar hotelnya yang berada di lantai 32. “32” adalah angka yang sangat penting bagi seorang Mason. Gelar ke-32 dikenal sebagai Master of the Royal Secret. Adapun Mason tingkat tertinggi adalah 33.

 

4. Adanya Peringatan Aneh yang Terdengar

Salah satu kesaksian aneh dari malam yang mengerikan itu berasal dari seorang saksi yang mengaku diberitahu bahwa dia akan meninggal.

 

Informasi itu didapatnya sekira 45 menit sebelum Paddock mulai menembaki orang banyak. Saat itu, Brianna, seorang petugas konser sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-21 di acara itu.

 

5. Tato angka 13 di Leher Paddock

Orang-orang membahas tato yang secara jelas terlihat di leher pelaku. Pembahasan ini muncul setelah foto Paddock terpampang di berbagai media media sosial.

 

Yang menarik adalah, tato itu bertuliskan angka 13. Sehingga mengaitkannya dengan simbol pemberontakan dan pelanggaran hukum. Selain itu, angka ini juga sering disebut simbolisme menyangkut iman Kristen.

 

(Tim)

Advertisement

Trending