Astaga! Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sulut Masih Tinggi
Connect with us

Headline

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Tinggi di Sulut

Published

on

Perempuan dan Anak

KlikMANADO – Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Sulawesi Utara masih cukup tinggi. Telah terjadi 81 kasus yang telah dilaporkan ke unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulut maupun hasil temuan tim Satgas P2TP2A, selang tahun 2017 ini.

 

Kepala DP3A Sulut Mieke Pangkong melalui Kabid Perlindungan Khusus dan Pemenuhan Hak Anak DP3A Sulut Everdien Kalesaran mengungkapkan, kasus tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual, penelantaran rumah tangga, trafficking atau eksploitasi dan kekerasan lainnya. Meski demikian, angka tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

 

“Jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, posisi hingga triwulan ke tiga bulan September 2016 ada sebanyak 106 kasus. Untuk tahun 2017 ini, hingga akhir bulan Agustus ada sebanyak 81 kasus dengan jenis kekerasan berbeda-beda,” terang Kalesaran, Senin (4/9/2017).

 

Saat ini, lanjut Kalesaran, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak kepolisian, kejaksaan dan rumah sakit. “Untuk mendampingi korban, kami bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polwan, tenaga medis atau dokter, tenaga psikolog dan tentunya kami menyediakan advokat untuk menangani kasus yang tugasnya mendampingi hingga ke tingkap pengadilan,” ungkap Kalesaran.

 

“Para korban kami lindungi, dampingi hingga diberikan pelayanan kesehatan. Tempatnya kami sediakan di P2TP2A yang berada dibilangan jalan TNI Tikala. Di sana para korban disediakan ruangan/ selter. Untuk sementara selter tersebut dapat menampung 15 orang,” tambahnya.

 

Untuk pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami juga telah membentuk satgas perlindungan. Para satgas tersebut tugasnya penjangkauan anak-anak dan perempuan korban serta penanganan terpadu. “Saat ini baru 10 orang satgas. Perekrutannya ada dari PNS dan LSM yang bernaung di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” aku Kalesaran.

 

Berikut data tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang berhasil dihimpun KlikNews.

 

Kekerasan Anak

Fisik= 5 kasus

Psikhis= 13 kasus

Kekerasan seksual= 13 kasus

Penelantaran rumah tangga= kasus

Trafficking/eksploitasi= 2 kasus

Kekerasan lainnya= 18 kasus

Jumlah= 58 kasus

 

Kekerasan terhadap perempuan

Fisik= 5 kasus

Psikhis= 5 kasus

Kekerasan seksual= 4 kasus

Penelantaran rumah tangga= 1 kasus

Trafficking/eksploitasi= 5 kasus

Kekerasan lainnya= 3 kasus

Jumlah= 23 kasus

 

(jak)

Advertisement

Trending