Kasus Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Bakal Heboh. Penetapan Tersangka Tak Lama Lagi Dilakukan.
Connect with us

Headline

Kasus Pemecah Ombak Segera Ada Tersangka, Ketua MJKS Harap Kejati Sulut Tidak Tebang Pilih

Published

on

Pemecah Ombak Likupang Timur

KlikMANADO – Kabar segera ditetapkannya tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan talud pemecah ombak di Desa Likupang Timur berbandrol Rp15 miliar, oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, disambut hangat Ketua LSM Masyarakat Jaring Koruptor Sulut (MJKS) Stenly Towoliu.

 

Selaku pelapor resmi kasus itu, dia mengaku senang dengan kabar tersebut. Pasalnya, kasus ini sudah dilaporkan sejak September tahun 2016 lalu, dan sampai kini belum juga ada titik terang.

 

“Selaku pelapor resmi kasus pemecah ombak, tentu kami menyambut baik kabar ini. Apalagi sudah hampir setahun sejak dilaporkan. Kami berharap Kejati Sulut dapat menetapkan tersangka sesuai peran masing-masing individu yang terkait dalam kasus ini,” ungkap Towoliu.

 

Jika benar dalam waktu dekat nanti segera dilakukan penetapan tersangka, Towoliu berharap korps baju coklat yang bermarkas di bilangan Jalan 17 Agustus tidak tebang pilih dan tidak mengorbankan orang lain demi melindungi penikmat uang hasil korupsi itu.

 

“Kami juga berharap Kejati Sulut tidak tebang pilih dalam pengaturan tersangka. Jangan sampai orang yang tidak merasakan atau menikmati uang hasil korupsi malah dijadikan tersangka,” tegasnya, saat dimintai keterangan tentang kabar ini, Senin (21/9/2017) malam.

 

Dia pun kembali menegaskan, akan terus mengikuti setiap perkembangan laporannya, sekaligus meminta korps adhiyaksa agar bersikap adil dan jangan sampai diintervensi pihak luar.

 

“Kami berharap Kejati Sulut bisa bersikap adil tanpa ada intervensi dari pihak luar. Sebab selaku pelapor resmi, sebenarnya kita sudah mengetahui dari beberapa hal yang terkait dengan aliran dana proyek ini,” jelas dia.

 

Di sisi lain, Kajati Sulut melalui Kasi Penyidikan Lukman Effendy membenarkan kabar penetapan tersangka tersebut. Namun dia belum bisa mempublikasikan siapa saja yang mau jadi tersangka. “Paling lambat minggu sudah ada keputusan tersangka,” jawab Lukman Effendy singkat.

 

Untuk diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan talud pemecah ombak dilaporkan LSM MJKS ke Kejaksaan Tinggi Sulut pada Kamis (8/9/2016) tahun lalu. Laporan ini merupakan hasil investigasi langsung di lapangan.

 

“Laporan yang kami berikan selalu didasarkan data yang kami peroleh di lapangan,” tandas Towoliu, beberapa waktu lalu. (Ayi)

Advertisement

Trending