Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Usulan Tunda Munas KADIN Menguat
Connect with us

Nasional

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Usulan Tunda Munas KADIN Menguat

Published

on

KADIN
Logo. (Sumber Foto: Twitter)

KlikJAKARTA – Pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaannya akan potensi terpapar Covid-19. Apalagi, kasus Covid-19 belakangan ini kembali meningkat.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartato, seperti dikutip ANTARA, menegaskan, kasus Covid-19 meningkat di 15 provinsi di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat usulan penundaan Munas VIII Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia yang rencananya dihelat di Kendari, 30 Juni nanti, semakin menguat.

“Anggota Kadin harus menjalankan imbauan Pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Sebaiknya Kadin jangan dulu membuat hajatan Munas yang berpotensi membuat kerumunan,” kata Imanuel Yenu, Ketum Kadin Papua Barat.

Pendapat Imanuel Yenu berdasarkan imbauan Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito, yang merekomendasi 6 poin untuk mengendalikan Covid-19. Salah satunya  pembatasan kegiatan dari mulai hajatan sampai wisata religi.

Poin lainnya adalah disiplin melaksanakan 3K (Kaji Informasi, Kembangkan sumber daya dan Kelola emosi), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), testing, dan ketersediaan rumah sakit, alat kesehatan serta obat-obatan.

Ketua Kadin Jawa Barat Cucu Sutara mengatakan, jajaran Pengurus dan Dewan Pertimbangan Kadin Jabar, sepakat dengan penundaan Munas VIII Kadin di Kendari. Kesepakatan diambil dalam rapat.

“Covid meningkat, kita harus jaga kesehatan bersama. Jangan sampai orang Kadin justru membuat klaster baru. Sia-sialah kerja keras Kadin membantu pemerintah melalui vaksin gotong royong,” tegas Cucu.

Ketua Kadin Gorontalo Muhalim Djafar Litty mengaku pihaknya segera akan membuat surat resmi ke panitia, untuk meminta penundaan Munas Kadin di Kendari.

“Penundaan itu kami pandang sebagai langkah Kadin membantu pemerintah, untuk mengendalikan penyebaran covid. Kadin harus mendukung dan melaksanakan  program pemerintah,” kata Muhalim.

Senada Wakil Ketua Umum Kadin Lampung Yuria Putra Tubarad mengatakan. “Kasus covid nasional terus naik mencapai 9.000 orang, tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Jadi saran saya lebih baik Munas Kadin di Kendari tunda sampai tren covid menurun. Kita ikuti imbauan Pemerintah untuk membatasi mobilitas dan kerumunan,” papar Yuria.

Yuria mengingatkan bahwa Mendagri Tito Karnavian sudah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021 dalam rangka Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap 10, yang diberlakukan 15-28 Juni. Instruksi ini ditujukan untuk para gubernur, bupati, walikota di 34 provinsi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman dan  Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai meningkatnya kasus Covid-19 akibat kesalahan bersama.

Pimpinan tidak memberikan teladan yang baik, sehingga masyarakat ikut mencontoh. “Mari kita renungkan. Para elit dan pimpinan harus memberi contoh disiplin terhadap prokes, kalau tidak kasus covid akan terus meningkat,” kata Luhut prihatin.

Dicky Budiman, ahli epidemiologi Universitas Friffith Australia mengatakan, jumlah orang terjangkit Covid-19 bisa mencapai puncaknya  di bulan Juni ini, diperkirakan 50 ribu hingga 100 ribu orang perhari.

“Tingginya penyebaran covid karena akumulasi. Gelombang pertama belum selesai, klaster-klaster tidak bisa diprediksi, sehingga pandemi terus memanjang,” kata Dicky.

Di sisi lain, Wiku Disasmita, Juru Bicara Satgas Covid-19 menegaskan, sebaiknya acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti  munas sebaiknya ditunda dulu.

“Pada prinsipnya  aktivitas masyarakat tidak boleh menimbulkan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika penyelenggara sebuah event besar belum yakin untuk berkomitmen sepenuhnya dengan aturan tersebut, lebih baik acara tersebut ditunda,” tegas Wiku.

(***)

Advertisement

Trending