Kantor Ditutup, Driver di Manado Tetap Bisa Online
Connect with us

Hukrim

Kantor Ditutup, Driver di Manado Tetap Bisa Online

Published

on

Kantor

KlikMANADO – Pemerintah Kota Manado akhirnya menutup sementara tiga kantor cabang perusahaan transportasi online di Manado, Selasa (24/10/2017) siang.

 

Penutupan sementara tersebut dilakukan setelah keluarnya surat pemberitahuan kepada tiga perusahaan itu, yang ditandatangani Steven Nangoy atas nama Kepala Dinas, Kabid Data, Informasi, Pengaduan, Pengawasan dan Regulasi.

 

Hal itu diakui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Manado Xaverius Runtuwene, usai menutup Kantor PT Gojek Indonesia Cabang Manado.

 

Dia menjelaskan, selain pemberitahuan tersebut juga sekaligus untuk menyampaikan kepada pihak perusahaan agar menutup sementara kantor mereka. “Karena sesuai informasi dan surat yang ada mereka belum memiliki izin yang dikeluarkan oleh dinas penanaman modal,” ujarnya.

 

Meski demikian, lanjut dia, yang ditutup hanyalah kantor dan operasionalnya saja. “Kalau aplikasi bukan kewenangan kami untuk itu. Karena untuk kantor usahanya saja jadi sesuai perda,” terangnya.

 

Senada dikatakan Kabid Data, Informasi, Pengaduan, Pengawasan dan Regulasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manado Steven Nangoy mengaku akan langsung membuat berita acara penutupan secara sekaligus.

 

“Memang ketika ada demo yang pertama, permohonan izin mereka sudah layangkan ke Dinas PM-PTSP tapi karena belum memenuhi ketentuan jadi regulasi-regulasi yang mengatur itu sementara dalam pengkajian,” terangnya.

 

Dia berharap, tindakan yang diambil Pemkot Manado bisa dijadikan pelajaran berharga bagi pengusaha lainnya.

 

Sementara itu, berdasarkan pantauan KlikNews hingga Selasa (24/10/2017) malam, sekira pukul 10.30 Wita, penutupan kantor cabang perusahaan transportasi online tidak mempengaruhi aktivitas driver online.

 

Buktinya, dalam aplikasi Gojek, Grab maupun Uber, masih ditemukan sejumlah driver yang aktif menantikan orderan.

 

Saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Manado Mohamad Sofyan, dia mengakui kondisi tersebut. Dia menegaskan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menutup aplikasi.

 

“Persoalan aplikasi bukan kewenangan Pemkot. Menutupnya, ada pada kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika,” tegasnya.

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending