Jussac Sedih, Budaya Minahasa Kurang Diperhatikan
Connect with us

Headline

Jussac Rumambi Sedih, Budaya Minahasa Kurang Diperhatikan

Published

on

Kawasaran

KLIKMANADO – Jussac Rumambi, tamu undangan yang mendapat hadiah dari Presiden RI Joko Widodo karena mengenakan kostum adat terbaik saat upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta (17/8/2017), ternyata adalah keturunan Minahasa.

 

Saat diwawancara KlikNews, dia mengaku lahir dari orang tua yang berasal dari Minahasa. “Tapi saya lahir dan besar di Jakarta. Saya mencintai tanah kelahiran nenek moyangku,” katanya, melalui messenger.

 

Dia pun mengaku bangga bisa mengharumkan budaya Minahasa dalam momentum bersejarah itu. “Ya, saya bangga dan senang sekali bisa mengharumkan budaya Minahasa,” terang dia.

 

Meski demikian, dia mengaku sedih melihat perkembangan budaya Minahasa di Sulawesi Utara (Sulut). “Kalau bisa dibilang, saya agak sedih Karena di sana (Sulut) sendiri kurang diperhatikan untuk masalah budaya,” ketusnya.

 

“Namun malah di sini yang jauh dari Minahasa, justru banyak yang lebih concern terhadap budaya Minahasa, khususnya melalui Sanggar Minahasa. Kondisi ini kurang baik untuk pelestarian budaya Minahasa,” timpal dia.

 

Dia sendiri mengaku banyak aktif dan terus berjuang mempertahankan dan melestarikan budaya Minahasa.

 

Sementara itu, sahabatnya Wewene Tonsea menceritakan sosok Jussac. “Jussac adalah orang baik, dan ramah. Tidak segarang wajahnya, khususnya saat dia mengenakan pakaian Kabasaran. Dia suka berteman dengan siapa saja,” ungkap perempuan yang enggan menyebutkan nama aslinya itu.

 

Sebagaimana diketahui, usai upacara penurunan bendera merah putih di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Presiden RI Joko Widodo menyerahkan hadiah kepada lima tamu undangan yang mengenakan busana adat terbaik.

 

Pengumuman peraih predikat tamu undangan dengan busana adat terbaik itu disampaikan langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Lima tamu yang berhak mendapatkan hadiah berupa sepeda itu adalah Frans Maksimal yang adalah Kepala Suku Adat Arfak, Ratna Dewi Budiono yang mengenakan pakaian adat Suku Dayak, Tengku Johan Marzuki dengan pakaian adat Aceh, Sumahartati yang menggunakan baju adat Bengkulu, dan Jussac Rumambi dengan kostum Kabasaran Sulawesi Utara.

 

Lima tamu undangan yang mengenakan pakaian adat terbaik juga diberikan Jokowi pada upacara pengibaranya bendera, pagi. Salah satu tamu yang mendapatkan hadiah adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Ayi)

Advertisement

Trending