Menengok Kembali Legenda Jin Kasuang

Menengok Kembali Legenda Jin Kasuang
Dokumen. (Foto: Imgrum)

KlikMANADO – Pergolakan Permesta telah terjadi lebih dari setengah abad yang lalu. Namun peristiwa itu banyak meninggalkan cerita horor, salah satunya Jin Kasuang yang dikenal sebagai pemakan manusia (kanibal).

 

Jin Kasuang adalah julukan yang diberikan kepada salah satu pasukan, Batalyon R, yang bertugas di wilayah yang kini merupakan ruas Jalan Tomohon-Minahasa. Batalyon R yang dipimpin Mayor Frans Karepouwan dikenal buas memburu pasukan TNI untuk dimakan. Bahkan hingga kini, daerah tugas mereka itu masih dianggap menyeramkan oleh sejumlah orang.

 

Dikutip dari Milimeter. com, hampir semua personel TNI yang patroli di daerah itu diserang, dan hilang, hingga tak pernah diketahui lagi keberadaannya meski telah dilakukan pencarian setelah perang Permesta.

 

Teror Jin Kasuang seolah masih membekas di benak pasukan TNI yang terlibat saat itu. ”Daerah Jalan Kasuang itu memang menakutkan sekali di zaman Permesta. Karena di situ daerah penghadangan pasukan Jin Kasuang terhadap pasukan TNI,” ungkap mantan anggota pasukan TNI Batalyon KODAM V/Brawijaya Sadrak Pahung.

”Saya dan pasukan pernah datang ke daerah Kasuang untuk mencari jenasah teman-teman kami yang dihadang Jin Kasuang. Di jurang pas di bawah pompa PDAM sekarang, kami menemukan banyak mayat. Sepertinya itu memang menjadi daerah pembuangan mayat oleh pasukan Permesta di wilayah itu. Jujur saya dan teman-teman sedikit was-was ketika itu,” tambahnya.

 

Bagi pasukan Permesta, Batalyon R dikenal dengan keberaniannya bertempur dan kengerian yang ditimbulkan untuk lawan. Konon, mata mereka terlihat memerah karena saking seringnya memakan daging manusia.

 

Sejumlah sumber mengungkapkan, tidak semua anggota Batalyon R suka memakan manusia. Hanya orang-orang tertentu saja. Salah satu yang terkenal adalah Oce Karundeng, yang disebut pernah terlihat mengambil jantung anggota pasukan lawan hidup-hidup kemudian dimakannya.

 

Data yang ada menyebutkan, pasukan Batalyon R akhirnya dapat ditertibkan di akhir 1960, setelah kunjungan Panglima KDP II/Minahasa Kolonel (ADREV-Permesta) D J Somba ke markas mereka. Panglima tersebut dengan tegas memperingatkan Karepouwan dan anak buahnya untuk menghentikan bentuk-bentuk perang urat saraf yang berlebihan.

Baca Juga :  Ini Dia Sejarah Cap Tikus yang Perlu Anda Tahu

 

Menurut sejarawan Minahasa Bodewyn Talumewo, praktek kanibalisme di masa Permesta itu sebenarnya tidak hanya terjadi di Batalion Jin Kasuang. “Ada juga di batalyon-batalyon lain yang suka memakan manusia. Tapi hanya oknum-oknum tertentu. Selain memang karena kondisi perang yang sulit makanan tapi terutama itu dilakukan untuk menakut-nakuti musuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Dia Pahlawan asal Sulawesi Utara yang Terlupakan

 

(Tim)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply