Jenasah Diduga Korban Banjir Bandang di Mitra Dievakuasi USSU FKPA
Connect with us

Mitra

Jenasah Diduga Korban Banjir Bandang di Mitra Dievakuasi USSU FKPA

Published

on

Proses Evakuasi jenasah korban hanyut skibst banjir bsndang di Mitra yang dilakukan USSU, Klabat Rangers dan FKPA

KlikMitra – Pencarian korban hanyut yang dilaporkan hilang saat terjadi banjir bandang atas nama Welly Ngangi(60) warga Kelurahan Nataan Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara(Mitra) membuahkan hasil.

Sebelas hari pasca terjadinya banjir bandang, pada Kamis, (30/09/2021) jam 11 wita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Mitra menerima laporan dari warga Desa Wioi Kecamtan Ratahan Timur bahwa telah ditemukan sosok jenasah dalam posisi terapung di sungai yang baru saja dilanda banjir bandang di desa tersebut.

Menerima laporan tersebut, Badan Penaggulangan Bencana Daerah(BPBD) Mitra langsung berkoordinasi dengan Unit SAR Sulawesi Utara dan FKPA Sulut yang mendirikan Posko Siaga Tanggap Bemcana di Kelurahan Ratahan bersama dengan Dinas Sosial yanh di koordinasi oleh Kepala Dinas Sisial Frangki Wowor. Tim gabungan USSU, FKPA dan Klabat Rangers langsung menurunkan 14 personil ke lokasi penemuan jenasah.

“Benar telah ditemukan jenasah dengan kondisi tanpa kepala, tanpa tangan kiri dan kaki kiri. Tim berusaha melakukan pencarian organ tubuh yang lain dan ditemukan kepala terbenam di lumpur, sementara tangan kiri ditemukan empat meter di atas jenasah. Sayangnya kaki kiri korban sebatas lutut belum bisa ditemukan,” terang Ketua II Forum Komunikasi Pecinta Alam Sulut Bidang Penanggulangan Bencana Alam(PBA) Steven David Malonda seraya menambahkan jenasah saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit daerah Mitra Sehat untuk dilakukan identifikasi.

“Oleh karena rumah sakit belum dilengkapi dengan fasilitas kamar jenasah maka saya merekomendasikan untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk dilakukan otopsi,” tukas Komandan USSU(Unit SAR Sulawesi Utara) ini.

Ditambahkannya, karena jenasah dalam kondisi wajah hancur tidak bisa dikenali maka harus dilakukan tes DNA via Ante Mortem DVI.

“Jenasah yang ditemukan diperkirakqn terlapor orang hilang atas nama Welly Ngangi(60), karena orang yang dilaporkan hilang saat terjadinya banjir bandang hanya beliau. Hanya saja harus dilakukan serangkaian  test untuk memastikan bahwa jenasah yang ditemukan benar yang bersangkutan. Setelah dilakukan tes maka keluarga korban akan dipanggil untuk dicocokan,” urai Malonda.

Terpisah Camat Ratahan Timur Meyta Ompi membenarkan penemuan mayat tersebut, namun jenasahnya belum bisa diidentifikasi.

“Penanganan lebih lanjut sedang diusahakan, saat ini kami sedanqg menggelar rapat dengan pihak terkait,” ringkas Ompi saat dihubungi.

Sesuai dengan informasi yang diterima media ini, sampai berita diturunkan, jenasah masih berada di RSD Mitra Sehat Kelurahan Liwutung menunggu  penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. (Rubby Worek)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending