Jems Tuuk Ancam Tutup Poros Akses Jalan Trans Sulawesi. Ada Apa?
Connect with us

Humaniora

Jems Tuuk Ancam Tutup Poros Akses Jalan Trans Sulawesi. Ada Apa?

Published

on

Jems Tuuk

KlikSULUT – Ada yang heboh saat Sidang Paripurna Penutupan Masa Sidang Pertama tahun 2018, dan Pembukaan Masa Sidang Kedua tahun 2018, sekaligus penyerahan laporan hasil masa reses anggota DPRD Sulawesi Utara yang digelar Selasa (5/6/2018) kemarin.

 

Legislator James Tuuk secara tegas mengungkapkan, akan menggelar unjuk rasa besar-besaran bersama warga Bolmong Raya dan menutup poros akses Jalan Trans Sulawesi.

 

Rencana tersebut akan terealisasi jika PLN masih belum bisa memenuhi segala tuntutan dan janjinya kepada warga Bolmong raya. Hal itu diungkapkannya di depan Wakil Gubernur Sulut, Anggota DPRD lainnya, beserta Forkompinda, setelah menerima keluhan dari warga Bolmong terkait pemadaman listrik.

 

“Warga Bolmong mengeluh, ada yang bilang pak kami mau ambil air wudhu, airnya gak ada, mau buka puasa saja susah. Padahal PLN sudah diatur di dalam undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen PLN, kemudian UUD 15 Tahun 1985 tentang ketenagalistrikan di mana pada pasal 4 dan pasal 60,” terangnya.

 

“Di situ dijelaskan dengan tegas, tentang hak-hak konsumen dan sanksi terhadap ini, oleh sebab itu saya melihat persoalan ini sangat urgent dan kita perlu membicarakan di parlemen ini, karena menurut saya PLN lagi bermain-main dengan kita,” katanya, lantang.

 

“Kalau di tiga tahun kemarin, PLN masih beralasan yang masuk akal, di mana ada lokasi yang lain menyala, ada yang tidak, karena produksi listrik kita masih kurang. Tapi hari ini di media cetak GM PLN mengatakan bahwa kita over 150 megawatt, tapi mengapa masih mati,” ketusnya.

 

“Seharusnya PLN menyampaikan kepada rakyat Bolaang Mongondow, di mana dan lokasi area mana listrik akan dimatikan dan alasan apa. Namun sampai detik ini PLN tidak pernah menyampaikan informasi terkait kapan lokasi ini akan mati dan kapan lokasi ini akan menyala,” jelasnya.

 

“Oleh sebab itu saya memintakan ketegasan dari parlemen supaya GM PLN harus bertanggung jawab terkait persoalan ini, dan saya mendapat informasi juga di wilayah-wilayah lain di Sulut pelayanan PLN begitu buruk, padahal yang saya tahu pemerintah OD-SK sudah melakukan segala-galanya untuk yang namanya di Sulut,” tambahnya.

 

“Dan saya sebagai anggota DPRD dari dapil Bolmong Raya, meminta kepada GM PLN secara gentle harus mundur karena dia tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal, dan yang kedua PLN harus memberikan penjelasan kepada rakyat Sulawesi Utara mengapa listrik ini mati menyala, saya memberikan waktu tujuh hari kepada PLN untuk menjawab hal tersebut. Jika tidak, maka saya akan unjuk rasa, saya tutup poros jalan Trans Sulawesi, hal tersebut sebagai bentuk komplain kepada PLN,” pungkasnya.

 

(Rifa Datunugu)

Advertisement

Trending