Kekeringan Landa Israel, Doa Massal di Tembok Ratapan Digelar
Connect with us

Headline

Kekeringan Landa Israel, Doa Massal di Tembok Ratapan Digelar

Published

on

Kekeringan

KlikINTERNASIONAL – Negara Zionis Israel ternyata telah mengalami kekeringan selama empat tahun terakhir, dan berpeluang belum akan berakhir pada tahun ini.

 

Pusat Prakiraan Cuaca Eropa bahkan memprakirakan, Israel harus bersiap dengan adanya 64,7% kemungkinan hujan tidak turun di wilayah tersebut.

 

Saudara ipar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengungkapkan, kekeringan yang terjadi adalah hukuman ilahi akibat sebuah kesepakatan pertukaran narapidana.

 

Pertukaran tentara Israel Gilad Shalit yang ditawan Hamas dengan imbalan 1.000 lebih tahanan Palestina yang terjadi pada tahun 2011, menjadi rujukan utamanya.

 

“Saya bertanya pada diri sendiri apa yang terjadi lima atau enam tahun yang lalu, yang rupanya menyebabkan kemarahan besar di langit. Skandal hebat dan dosa kolektif semua orang Israel – pembebasan teroris dalam kesepakatan Shalit,” ujar Dr. Ben-Artzi.

 

Kekeringan tersebut pun membuat sedikitnya 2.500 orang ikut dalam doa massal ‘merobek langit’ di Tembok Ratapan, untuk meminta hujan dan mengakhiri bencana itu.

 

Petani, presiden Serikat Petani Israel dan otoritas keagamaan tertinggi di negara zionis tersebut, diwakili kepala rabbi David Lau dan Yitzhak Yosef, hadir dalam doa massal itu, seperti dilansir Russia Today, pada Sabtu (30/12/2017).

[irp posts=”4881″ name=”Januari Nanti, Ormas Islam Sulut Gelar Aksi Kemanusiaan Untuk Palestina”]

Sebelumnya, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel mengundang petani dan masyarakat umum untuk menggelar doa massal di Tembok Ratapan untuk “merobek langit”.

 

Ariel mengaku, doa massal itu diharapkan menjadi cara jitu usai pihaknya melakukan langkah-langkah berupa memperkenalkan tanaman hemat air dan mempromosikan penggunaan air secara efisien.

 

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Tewas Kena Petasan

 

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending