Ini Tanggapan Rahmat Himran Atas Laporan Nikita Mirzani
Connect with us

Hukrim

Ini Tanggapan Rahmat Himran Atas Laporan Nikita Mirzani

Published

on

Rahmat Himran

KlikMANADO – Ketua Gerakan Pemuda Anti Komunis Rahmat Himran akhirnya angkat suara terkait laporan yang dilayangkan artis Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya Muannas Al Aidid atas dugaan pencemaran nama baik dengan menggunakan media sosial.

 

Kepada KlikNews, Himran menilai Nikita Mirzani sangat panik dengan hebohnya dugaan penghinaan terhadap Panglima TNI di akun twitter miliknya. “Kalau itu bukan akun Twitter Nikita Mirzani seharusnya dia lebih santai menanggapi masalah ini,” ungkapnya.

 

Meski demikian, ditegaskan Himran, dia dan terlapor lainnya tidak mempermasalahkan tindakan Nikita yang melaporkan balik dua akun media sosial, satu ormas dan dirinya ke kepolisian.

 

Sebab, lanjut dia, apa yang dilakukan Nikita merupakan haknya sebagai warga Negara. “Justru dengan adanya laporan balik terhadap kami semakin menandakan bahwa akun Twitter itu adalah miliknya. Intinya kasus penghinaan TNI akan kita kawal hingga tuntas,” tegasnya.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Nikita Mirzani melalui kuasa hukumnya Muannas Al Aidid melaporkan dua akun media sosial dan tiga organisasi massa (ormas) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, padaSenin (9/10/2010) lalu, pukul 17.00 WIB.

 

Laporan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan pencemaran nama baik menggunakan media sosial. Menurut Aidid, kerugian yang dialami Nikita Mirzani akibat pencemaran nama baik itu diantaranya adalah pembatalan agenda on air dan off yang telah disepakati.

 

“Kerugiannya banyak, kan Nikita sudah ada perjanjian on air dan off air. Nah itu yang dibatalkan. Itu jadi kerugian,” kata Muannas, dikutip dari RMOL.

 

Berdasarkan tanda bukti lapor nomor TBL / 4878 / X / 2017 / PMJ / Dit. Reskrimsus tanggal 9 Oktober 2017 diketahui dua akun media sosial yang dilaporkan adalah akun instagram PKI_terkutuk65 dan akun facebook Aria Dwiyatmo.

 

Sedangkan petinggi ormas dan ormas yang diseret adalah Rahmat Himran selaku Ketua GEPAK (Gerakan Pemuda Anti Komunis), Aliansi Advokat Islam NKRI, dan Sam Aliano yang merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda.

 

“Menurut jejak digitalnya diketahui sebagai penyebar pertama kali adalah PKI_terkutuk65, kemudian disebarkan secara luas oleh akun FB atas nama Aria Dwiyatmo,” jelas Aidid.

 

Lima pihak yang pun disangkakan dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1), Pasal 29 Jo Pasal 45 ayat (3), Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016 tentang perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending