Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Ekstrem di Sulut
Connect with us

Headline

Ini Penjelasan BMKG Soal Cuaca Ekstrem di Sulut

Published

on

KlikSULUT – Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara (Sulut) menanggapi berbagai isu akibat dari cuaca esktrem yang melanda provinsi ini.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Carisz Kainama mengungkapkan, cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini karena pada Desember ini memang sudah memasuki musim penghujan.

“Untuk kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Utara pada Bulan Desember sudah memasuki musim penghujan. Jadi intensitas hujan sudah mulai meningkat, dan puncaknya diprakirakan terjadi hingga Januari,” jelas Carisz, saat dihubungi KlikNews, Jumat (28/12/2018).

Sedangkan angin kencang di perairan Sulawesi Utara, lanjut dia, dipengaruhi oleh adanya depressi tropis di wilayah laut sebelah timur Filipina. “Yang berdampak pada peningkatan kecepatan angin di wilayah Sulawesi Utara, dan kondisi angin kencangnya diprakirakan bisa bertahan hingga tiga hari ke depan, tergantung aktivitas depressi tropisnya,” terangnya.

“Untuk air pasang yang terjadi di kawasan Megamas kemarin, yang naik hingga ke jalan, karena pengaruh gelombang tinggi yang disebabkan oleh angin kencang. Dan kalau kondisi angin melemah, maka otomatis gelombang pun ikut tseca,” sambungnya.

Dia pun mengimbau masyarakat yang bermatapencaharian nelayan agar belum melakukan pelayaran. Pun demikian dengan warga pesisir pantai, diimbau untuk tetap waspada.

“Di samping itu, bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan rawan banjir, juga agar mewaspadai kondisi cuaca yang sudah memasuki musim penghujan,” pungkasnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending