Ini Kata Elly Lasut tentang Alexis
Connect with us

Headline

Ini Kata Elly Lasut tentang Alexis

Published

on

Elly Lasut

KlikMANADO – Tidak diperpanjangnya Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Hotel dan Griya Pijat Alexis oleh Pemprov DKI Jakarta, benar-benar menghebohkan masyarakat Indonesia.

 

Bahkan, tokoh masyarakat Sulawesi Utara yang juga merupakan bakal Calon Bupati Talaud Elly Lasut ikut memberikan komentar terhadap langkah Pemprov DKI Jakarta tersebut.

 

Melalui akun twitter pribadinya @Elly_E_Lasut, Elly Lasut mengungkapkan harapannya bagi masyarakat Jakarta, yaitu dapatkah memberi kontribusi pada moralitas bangsa dan masyarakat Jakarta.

 

https://twitter.com/Elly_E_Lasut/status/925140271309889537

 

Sudah rahasia umum, lantai 7 Hotel Alexis dikenal sebagai surga dunia. Hal ini bahkan pernah dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 16 Februari 2016 lalu, seperti dikutip dari Kompas.com.

 

“Di hotel-hotel ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis itu, lantai 7 surga dunia lho. Di Alexis, surga bukan di telapak kaki ibu, tetapi di lantai 7,” kata Basuki, saat itu.

 

Salah satu pelanggan Alexis yang enggan disebutkan namanya pun pernah mengakui hal itu. Kata dia, para terapis berasal dari mancanegara, seperti Vietnam, Thailand, Uzbekistan, China, hingga Rusia.

 

Biaya pijat oleh terapis mancanegara tersebut pun terhitung berbeda dengan terapis lokal. Kata dia, dikutip dari tribunnews.com, harganya memiliki selisih Rp1 juta. “Kalau lokal Rp 1,4 juta, kalau yang impor, Rp 2,4 juta, jadi selisih Rp 1 juta,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI Jakarta (DPMPTSP) tak memproses surat permohonan TDUP yang diajukan pengelola Alexis, berdasarkan surat bertanggal 27 Oktober 2017.

 

Banyaknya keluhan dari masyarakat disebut menjadi salah satu alasan pemprov tidak memperpanjang TDUP. “Kita tegas, kita tidak menginginkan Jakarta menjadi kota yang membiarkan praktik-praktik prostitusi dan kita mendengar laporan, mendengar keluhan dari warga, dan juga pemberitaan-pemberitaan,” kata Gubernur Anies Baswedan.

 

Meski demikian, bukti-bukti yang dikantongi pemprov enggan disebutkan Anies. “Ada, ada laporan-laporan, dan lain-lain. Masa mau dirinci praktik gitu,” ucap Anies.

 

Selain adanya keluhan masyarakat itu, Anies menegaskan bahwa tdak diperpanjangnya izin Alexis untuk memenuhi janji kampanyenya pada Pilkada DKI.

 

(Tim)

Advertisement

Trending