Ini perkembangan terbaru kasus dugaan korupsi pemecah ombak
Connect with us

Hukrim

Ini Kabar Terbaru tentang Kasus Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Published

on

Pemecah Ombak Likupang Timur

KlikMANADO – Kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang Timur, Minahasa Utara, yang diusut Kejati Sulut, makin mendekati babak akhir. Bahkan terinformasi, sejumlah nama segera ditetapkan sebagai tersangka pekan ini.

 

Hal itu terungkap saat sejumlah wartawan dengan pelapor utama kasus tersebut yakni Ketua LSM MJKS Stenly Towoliu melakukan klarifikasi langsung kepada Kasi Penyidikan (Kasi Dik) Kejati Sulut, Lukman Effendy Di ruang kerjanya, Selasa (22/8/2017). “Pekan ini sudah akan ada tersangkanya, dan kami sudah mengantongi beberapa nama sebagai tersangka,” ungkap Effendy.

 

Menariknya, mendengar pernyataan Kasi Dik ini, Towoliu langsung melontarkan sejumlah pertanyaan, diantaranya dugaan keterlibatan petinggi Minut dalam kasus tersebut. “Apakah Bupati Minut masuk dalam daftar nama bakal calon tersangka?” cecarnya.

 

Sayangnya, pertanyaan menarik dari pelapor itu belum bisa dijawab. “Belum bisa saya jawab, sebab pertanyaan ini sudah masuk pokok perkara,” jawab Effendy.

 

Jawaban Effendy itu lantas membuat Towoliu berpendapat, jika sudah masih pokok perkara berarti dugaan keterlibatan oknum bupati semakin jelas. “Kalau pertanyaan ini masuk pokok perkara berarti substansi dari laporan kami sudah mengena,” tegasnya.

 

Kembali jawaban yang sama dikemukakan oleh Effendy. “Karena sudah masuk pokok perkara, semua bakal terungkap di meja hijau,” tutur Effendy sambil tersenyum, dan mengatakan bahwa perkara korupsi tidak berdiri sendiri.

 

“Korupsi itu bukan hanya seorang, korupsi itu selalu bersama-sama, sehingga setiap pelaku korupsi akan mendapat ganjarannya sesuai perannya masing-masing, dalam korupsi itu ada yang namanya turut serta melakukan, memberikan perintah, memperkaya diri sendiri orang lain atau korporasi,” jelasya.
Usai bertemu dengan Kasi Dik, kepada insan pers Towoliu mengatakan, seyogyanya penyidik Kejati menetapkan tersangka orang yang benar-benar menikmati uang haram dari hasil korupsi itu. “Saya berharap yang dijadikan tersangka adalah orang yang menikmati uang haram tersebut, pun terkait peran serta individu sudah jelas bahwa proposal ke BNPB pusat untuk bantuan dana DSP sepengetahuan petinggi Minut,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui dari hasil pemeriksaan saksi oleh penyidik Pidsus Kejati Sulut, sudah ada pengakuan dari beberapa saksi bahwa ada uang senilai Rp9 miliar yang mengalir ke kantong oknum Petinggi Minut. (Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending