Ini Informasi Penting Soal Nyamuk Demam Berdarah
Connect with us

Headline

Ini Informasi Penting Soal Nyamuk Demam Berdarah

Published

on

KlikMANADO – Demam berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit yang menakutkan bagi masyarakat Sulawesi Utara saat ini. Bagaimana tidak, korban meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini sudah banyak.

Makanya jangan heran, sekarang ini banyak di antara masyarakat yang meminta instansi terkait untuk melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan tempat tinggalnya.


Namun ternyata, menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Manado dr Nora Lumentut, fogging di lingkungan bukan menjadi penyelesaian masalah DBD, karena hanya akan melenyapkan nyamuk dewasa. “Sedangkan untuk jentik nyamuk, lanjut dia, tidak akan berpengaruh,” terang Lumentut, Rabu (23/1/2019) kemarin.


Adapun jentik nyamuk demam berdarah, kata dia, memiliki siklus hidup yang sangat cepat. “Tidak sampai satu minggu, hanya butuh tiga hari saja untuk jentik menjadi nyamuk dewasa,” bebernya.


Perlu diketahui pula, lanjut dia, nyamuk betina dewasa bisa menghasilkan ratusan telur untuk sekali saja. “Nyamuk dewasa bisa bertelur sebanyak 300 sampai 500 telur dalam sekali,” ungkapnya.


“Dalam sehari, nyamuk betina dewasa bisa bertelur sebanyak tiga kali. Jadi dalam sehari saja, seekor nyamuk betina bisa menelurkan ribuan jentik nyamuk. Bayangkan bagaimana kalau dalam seminggu, ribuan nyamuk Aedes Aegipty berkeliaran di rumah Anda,” sambungnya.


Dia pun berharap, masyarakat jangan keliru memahami DBD. “Jangan berpikir bahwa kita sudah melakukan fogging lantas aman. Itu salah sekali,” tegasnya, lagi.


“Pemberantasan sarang nyamuk, dengan pengamatan jentik, itu menjadi hal paling utama yang harus kita kerjakan,” pungkasnya.


Sebagai informasi tambahan, berdasarkan situs edukasi publik mengenai DBD milik pemerintah Singapura, yang dikutip Kompas.com, pada 4 Februari 2016 lalu, terdapat sejumlah tempat yang wajib diwaspadai sebagai lokasi perkembangbiakan nyamuk DBD. Tempat itu berada di dalam dan di luar rumah.


Tempat itu adalah:


1. Barang apapun yang berbentuk wadah, seperti gelas, piring, mangkuk, ember, kaleng, toples, tray dispenser, botol, dan sebagainya.

2. Di bawah pot biasanya ada tray dan di dalam tray itu biasanya ada air tergenang.

3. Hiasan rumah berbentuk wadah yang dapat menampung air.

4. Tanaman yang tumbuh di atas tanah juga harus diawasi.

5. Tempat cuci piring, tempat cuci tangan, bagian dapur yang basah.

6. Sampah kontainer domestik di luar rumah.

7. Saluran air yang tertutup.

8. Daun-daun berukuran besar yang jatuh ke tanah, bisa menjadi wadah penampung air.

9. Selokan atau got di depan atau sekitar rumah.


(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending