Ini Dasar E2L Yang Menyatakan Dirinya Belum Dua Periode Bupati
Connect with us

Headline

Ini Dasar E2L Yang Menyatakan Dirinya Belum Dua Periode Bupati

Published

on

Elly Lasut

KlikTALAUD – Bupati terpilih hasil Pilkada Talaud 2018 Elly Engelbert Lasut (E2L) akhirnya angkat suara terkait polemik penundaan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Kepulauan Talaud, yang awalnya direncanakan pada Minggu (21/7/2019).

E2L bahkan membongkar semua proses hukum yang telah ditempuhnya guna mendapatkan keadilan. Politisi kawakan ini mengungkapkan, Keputusan Mahkamah Agung (MA) menolak gugatannya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) disebabkan sudah dianggap kadaluwarsa.


Makanya, dia mengaku heran dengan tanggapan Mendagri yang tidak memberhentikannya sebagai bupati, meski sedang menjalani hukuman. “Menjadi terpidana, menjadi narapidana, tetapi tetap dianggap sebagai bupati selama lima tahun,” ketusnya melalui video WhatsApp, pada Kamis (25/7/2019) kemarin.

Dia membeberkan, Pengadilan Tata Usaha Negara pun menyatakan hal yang sama. “Karena surat sudah keluar dua tahun lalu. Karena ada aturan bahwa lebih dari sembilan puluh hari, maka gugatan tidak bisa lagi dilakukan karena sudah kadaluwarsa,” ungkap E2L.


Upaya kasasi ke Mahkamah Agung, lanjut dia, juga ditolak karena alasan yang sama. Sehingga dia mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena dianggap masih mengakuinya sebagai bupati, meski berada dalam penjara sampai selesai masa jabatan.


“Untuk itu Saya minta kembalikan semua hak-hak Saya. Kerugian materil dan imateril. Atas dasar itu, pihak Depdagri merubah keputusan mereka. Keputusan mereka itu diubah bahwa fakta hukumnya mengatakan bahwa saya sudah berhenti tetap itu sejak 2011 itu diubah,” katanya.


Atas dasar itulah, sambung dia, dengan disertai surat penjelasan bahwa belum dua periode, E2L bisa mencalonkan diri sebagai calon bupati. “Karena saya belum dua periode,” tegasnya.


(Asrianto Balawera)

Advertisement

Trending