Ingin Menang Perkara PHPKada di MK? Ini Yang Harus Dibuktikan
Connect with us

Headline

Ingin Menang Perkara PHPKada di MK? Ini Yang Harus Dibuktikan

Published

on

KlikSULUT – Banyak pasangan calon (Paslon) kepala daerah pilkada serentak tahun 2020 yang mengajukan permohonan perkara perselisihan hasil Pilkada (PHPKada) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski demikian, banyak yang meyakini bahwa tidak semua permohonan perkara tersebut akan diterima MK, karena tidak memenuhi syarat sebagai pemohon, sebagaimana tertuang dalam Peraturan MK Nomor 6 tahun 2020.

Setelah diterima, pemohon harus berupaya agar hakim memutuskan membatalkan putusan Pleno KPU setempat. Lantas apa yang harus dibuktikan pemohon agar bisa menang di MK? Berikut pandangan Pengamat Politik dan Pemerintahan Ferry Liando, yang diungkapkannya melalui KlikNews, beberapa waktu lalu.

“Jika pemohon ingin Menang, maka pihak pemohon harus berusaha membuktikan apa yang didalilkan,” ujar Anggota Pokja IKEPP DKPP RI.

“Pertama apakah pelanggaran yang dilakukan itu benar-benar memenuhi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Kedua, jika benar terbukti pelanggaran itu dilakukan secara TSM maka pembuktian selanjutnya adalah apakah dengan pelanggaran dengan TSM itu mempengaruhi hasil suara secara keseluruhan,” sambungnya.

Berikutnya, jika terbukti bahwa pelanggaran TSM itu memengaruhi hasil, maka pembuktian selanjutnya adalah apakah pelanggaran itu merugikan pihak pemohon. “Jika mampu meyakinkan hakim maka ada yurisprudensi bahwa hakim bisa batalkan hasil KPU,” terangnya.

Dia menjelaskan, pembuktian TSM pernah terjadi pada tahun 2010. Saat itu, kata dia, MK akhirnya mendiskualifikasi pasangan Sugianto-Eko Soemarno pada Pilkada Kotawaringin Barat dan menetapkan pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto sebagai pemenang.

“Sebelumnya pada tahun 2008, MK pernah juga memerintahkan Pilkada ulang di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan pada Pilkada Jawa Timur. MK meyakini ada pihak yang terbukti melakukan penggembosan dan pengelembungan suara,” ungkapnya.

(Sahril Kadir)

Advertisement

Trending