Ini yang Perlu Diketahui tentang Ikan Coelacanth
Connect with us

Humaniora

Ini yang Perlu Diketahui tentang Ikan Coelacanth

Published

on

Ikan Coelacanth

KlikMANADO – Anda warga Manado? Pasti pernah mendengar Ikan Coelacanth. Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang Ikan Coelacanth.

 

Ikan yang satu ini adalah sejenis ikan raja laut purba, yang ditemukan di Afrika Selatan di Pulau komoro, sekitar tahun 1938, sebelumnya dinyatakan punah sejak 67 juta tahun lalu.

 

Namun ternyata, hasil penelitian dan pengecekan ilmuwan, ikan tersebut masih ada dan terdapat di Afrika Selatan, tepatnya Pulau Komoro.

 

Sejak dinyatakan masih ada di daerah Afrika, ikan langka tersebut kembali ditemukan di pasar ikan, oleh salah satu warga Amerika yang datang ke Indonesia, pada tahun 1997.

 

Warga Amerika itu pun mengajak nelayan untuk mencari tahu dan menangkap ikan tersebut. Alhasil, pada tahun 1998 ikan tersebut berhasil ditangkap dan hasil tangkapan tersebut kini berada di Museum Bogor.

 

Prof Kawilarang Masengi mengungkapkan, timnya mengadakan riset sejak tahun 2006 dan menemukan ikan purba tersebut berada di Laut Sulawesi, tepatnya di Kota Manado, Pantai Malalayang.

 

Sekitar 25 ekor mereka temukan di Laut Sulawesi, baik mati maupun hidup. Terbanyak yang mereka temukan ada di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Dia mengaku akan melakukan riset-riset lanjutan, dan berharap menemukannya lagi di wilayah Sulawesi Utara.

 

Butuh proses lama bagi para ilmuwan untuk memberikan nama ikan langka ini. Akhirnya mereka menamainya dengan “Latimeria Menadoensis”. Ada kata Manado di dalamnya, karena ditemukan di perairan Pantai Malalayang.

 

Ikan ini termasuk ikan langka dan akan dimuseumkan oleh Pemerintah Provinsi bersama dengan Dinasaurus. Ikan tersebut akhirnya menjadi viral dan menjadi salah satu ikon Sulawesi Utara.

 

Pada Rabu (7/2/2018), sejumlah siswa SMK negeri 1 Manado beserta kepala sekolah, hadir dalam penutupan pameran ikan Raja Laut Purba tersebut, yang dilaksanakan di ItCenter Manado.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulawesi Utara Ronal Sorongan mengatakan bahwa ikan ini bisa hidup hingga 150 meter di bawah laut. “Sebenarnya ikan itu bisa hidup sampai ribu-ribu meter bawa laut, tapi juga bisa sampai 150 meter,” ungkapnya.

 

“Ikan ini termasuk langka karena memiliki kaki dan tangan, jadi orang Manado dulu mengira ini adalah ikan Goropa,” terangnya lagi.

 

“Untuk menghasilkan ini saya sangat senang, karena Prof Masengi bisa bekerja sama dengan pihak-pihak terkait membuat pameran pertama kali di ItCenter,” katanya.

 

“Saya pikir dengan adanya pameran dan edukasi ini, para generasi muda bisa melestarikan biota-biota laut langka yang ada di Sulawesi Utara maupun di seluruh dunia,” katanya.

 

Dirinya juga mengimbau masyarakat Sulawesi Utara, jika menemukan ikan raja laut purba ini, jangan dibunuh atapun dimakan. Dia meminta agar masyarakat juga mau melindungi ikan langka tersebut.

 

Selain itu dirinya juga berharap, agar masyarakat jangan membuang sampah sembarangan dan menyebabkan pencemaran lingkungan hingga mengakibatkan matinya biota laut yang ada.

 

(Rifa Datunugu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending