HUT RI Ke-75, KPA Pancang Merah Putih Di Puncak Gunung Soputan
Connect with us

Minahasa

HUT RI Ke-75, KPA Pancang Merah Putih Di Puncak Gunung Soputan

Published

on

KlikMINAHASA – Momentum HUT Proklamasi RI ke-75,  Senin, (17/08/2020), dirayakan secara heroik oleh Kelompok Pencinta Alam (KPA) Sulawesi Utara (Sulut) dengan mengambil resiko mencapai puncak Gunung Soputan yang saat ini terlihat makin “garang”.

Sejumlah  anggota Kelompok Pelestarian Sumber Daya Alam (KPSDA) Ta’aretes Desa Tumaratas  Kecamatan Langowan Barat dan Pencinta Alam Rangow(Palrangow) Langowan bekerjasama dengan Kelompok Penikmat Kemping (KPK) Kahyàngan serta sejumlah pendaki lainnya melakukan penancapan dan pengibaran bendera di dua tempat yaitu puncak Gunung Soputan dan Gunung Aeseput(Parasit) yang terletak di depan gunung induk.

Hal tersebut dilakukan untuk merayakan HUT Kemerdekaan sekaligus bentuk terima kasih atas jasa pahlawan perjuangan kemerdekaan sekaligus lebih memaksimalkan wisata pendakian Gunung Soputan melalui jalur Desa Tumaratas.

Tujuh oang yang yang berhasil meraih puncak Gunung Soputan tersebut semuanya berasal dari KPSDA Ta’aretes yang terdiri dari Wandy Oroh, Nofry Mailangkay, Aldo Seran, Dehart Tulangow, Venly Mailangkay, Mario Tulangow. Setelah berusaha merangkak naik menggunakan tangan dan kaki, mereka berhasil menaklukan puncak tepat jam 06.00 Wita dan langsung melakukan  penancapan dan pengibaran bendera merah putih.

“Dikibarkannya bendera ini dengan maksud menyampaikan penghargaan kepada pahlawan yang menjadi pendahulu, bahwa kami menghargai perjuangan kemedekaan,” terang Bennyx Mewengkang Ketua Ta’aretes di aminkan Wandy Oroh perintis jalur pendakian Tumaratas.
Sementara itu KPK Kahyangan yang diketuai  Elby Sondakh bersama sejumlah pendaki lainnya, kompak membentang bendera sepanjang lima meter. Bendera ini terlihat  berpadu apik dengan keindahan Gunung Soputan. Pekik merdeka kemudian dilakukan oleh semua pendaki di tempat tersebut.

Aca Tabalujan salah seorang penggagas acara mengatakan. Di tempat terpisah diadakan permenungan di dua tempat yaitu di Air Terjun Impian dua kilimeter dari Camping Ground.dan Goa Jepang.
“Penjajah Jepang pernah bercokol di wilayah Soputan, buktinya keberadaan Goa Jepang di sumber mata air belakang camping ground. Sedangkan air terjun impian merupakan objek wisata yang belum begitu dikenal yang terdapat di jalur pendakian. Nantinya air terjun ini akan dikemas dalam satu paket pendakian,”terang Tabalujan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan upacara bendera dengan pokok acara menyanyikan lagu Indonesia Raya ciptaan Pahlawan Nasional Wage Rudolf Supratman, mengheningkan cipta dan doa bersama yang digelar di Camping Ground Elas Wangker yang diikuti oleh sekira 50-an orang.
Dalam pantauan meskipun dalam kondisi terbatas peserta tetap hikmat mengikuti upacara. Lagu Indonesia Raya berkumandang dinyanyikan diantara tingginya pohon pinus sangat menggugah rasa cinta NKRI.

Uniknya upacara diikuti juga oleh salah seorang pendaki penyandang cacat dan juga tiga orang bocah yang berusia lima sampai tujuh tahun.

Hadir dalam upacara tersebut para senior pendaki seperti Jerry (Ando) Wowor, Frida Dompas, Pepi Kabut, Nova dan Utu Palinggi.

(Rubby Worek)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending