HMI, Fungsi dan Peran Mahasiswa, dan Penganugerahan "The King Of Lip Service" kepada Presiden Joko Widodo
Connect with us

Catatan Publik

HMI, Fungsi dan Peran Mahasiswa, dan Penganugerahan “The King Of Lip Service” kepada Presiden Joko Widodo

Published

on

Opini Radinal Muhdar, Ketum HMI Cabang Manado
Oleh : Radinal Muhdar

BEBERAPA saat yang lalu publik dihebohkan dengan unggahan akun Instagram Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tentang pemberian penghargaan terhadap Persiden RI bapak Joko Widodo (Jokowi) sebagai “The king of lip service” atau bisa diartikan sebagai Raja janji di bibir saja yang bermakna perkataan tidak sesuai dengan perbuatan.

Langkah BEM UI itu mengakibatkan timbulnya respon, dialetika dan diskursus yang ramai membahas terkait unggahan tersebut. Bahkan tak tanggung-tanggung 358 ribu like dan 31 ribu komentar lebih dialamatkan pada postingan meme tersebut. Sontak saja Hal tersebut membuatnya menjadi trending topik yang hangat untuk dibahas.

Lantas, apakah sikap dari BEM UI tersebut merupakan hal yang luar biasa, atau hanya hal yang wajar-wajar saja terjadi dalam dinamika berbangsa dan bernegara?.

Jika dilihat dari Fungsi dan peran Mahasiswa sebagai Agent of change, guardian of value, iron stock, moral force dan agent of control (social control) tentunya ini adalah hal yang lumrah dan sudah pasti akan terjadi dalam keseharian dan dinamika sebagai kelompok mahasiswa.

Namun, ketika kita perhatikan dinamika dan problematika negara yang anti kritik serta kondisi pemuda dan mahasiswa saat ini yang mayoritasnya lebih hedonis, pasif dan masa bodoh dengan fungsi serta perannya, maka menurut hemat saya, sikap berani dari BEM UI tersebut patut diberi apresiasi dan dukungan sebagai bentuk Kebebasan menyampaikan Pendapat/berekspresi (penyambung lidah rakyat) di depan umum serta bentuk cerminan dari fungsi dan peran Mahasiswa sebagai Guardian Of Value dan Social Controlnya.

Keesokan Harinya pasca Postingan di akun Instagram BEM UI tersebut, tanggal 27 Juni 2021, keluarlah surat Undangan dari Pihak UI melalui surat dengan nomor : 915/UN2.RI. KMHS/PDP.00.04.00/2021 kepada 10 Mahasiswa yang menjadi bagian dari BEM UI dan DPM UI untuk dipanggil menghadap ke kantor rektorat UI demi meminta klarifikasi terkait postingan tersebut.

Hal ini kemudian dinilai sebagai bentuk intervensi kampus kepada mahasiswa dalam uapaya mengekang kebebasan menyampaikan pendapat dan berekspresi seperti diamanahkan dalam UU No.9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Dan tentunya mencederai citra Universitas Indonesia yang digadang-gadang sebagai Kampus Merdeka.

Pages: 1 2 3

Advertisement

Trending