Kecam Tindakan Represif Oknum Polri Kepada Massa Aksi di Bima, HMI Cabang Manado: Usut Tuntas!
Connect with us

Nasional

Kecam Tindakan Represif Oknum Polri Kepada Massa Aksi di Bima, HMI Cabang Manado: Usut Tuntas!

Published

on

HMI Cabang Manado

KlikMANADO – HMI Cabang Manado mengecam tindakan represif oknum aparat kepolisian terhadap massa aksi di Bima, pada Kamis (24/6/2021) lalu. Saat aksi di depan Kantor Bupati Bima, Kader HMI Cabang Bima menerima tindakan represif dari okum kepolisian.

Ketua Umum HMI Cabang Manado Radinal Muhdar menilai, peristiwa yang menimpa kader-kader HMI Cabang Bima saat sedang menyuarakan aspirasinya merupakan potret buruk wajah demokrasi Negara Ini.

“Ini bukan pertama kalinya tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa pengunjuk rasa,” tegasnya, Selasa (29/6/2021).

Dalam berunjuk rasa, kata Muhdar, mahasiswa menyuarakan aspirasi rakyat dan pendapatnya tentang dinamika bangsa ini untuk mendapatkan respon pemangku kekuasaan.

“Kebebasan berekspresi dalam menyampaikan gagasan, pendapat dan aspirasi tersebut sangat dilindungi oleh Konstitusi di negara Ini,” terangnya.

“Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia No.9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di muka umum menyebutkan bahwa Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sambungnya.

Lanjutnya, pada pasal 2 UU Nomor 9 Tahun 1998 juga menjelaskan kebebasan berekspresi dan berpendapat itu. “Setiap Warga Negara, secara perorangan atau kelompok menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara”.

Dengan demikian, dia menyimpulkan, sikap demokrasi dalam hal kebebasan menyampaikan pendapat dan gagasan di depan umum seharusnya mendapatkan dukungan dan perlindungan dari setiap elemen masyarakat di negara ini termasuk pihak kepolisian.

“Melalui peristiwa yang terjadi, kita bisa saja mengasumsikan bahwa tindakan represif (yang tak berdasar) tersebut adalah bentuk dari upaya menghalang-halangi amanat undang-undang dalam hal kebebasan menyampaikan pendapat di depan umum,” ketusnya.

HMI Cabang Manado, ungkapnya, sangat menyayangkan tindakan represif kepolisian terhadap massa aksi kader HMI Cabang Bima yang merupakan ujung tombak dalam menyampaikan suara dan kegelisahan serta penderitaan rakyat terhadap para penguasa.

“Hal ini dikarenakan tindakan represif oknum aparat kepolisian tersebut tidak patut dijadikan contoh dan bertentangan dengan nilai Tribarata yang menjadi pedoman hidup yang junjung tinggi oleh setiap anggota Polri itu sendiri,” jelasnya.

“Dalam isi Tribarata terdapat 3 nilai yang sangat tinggi dan mulia. Seharusnya setiap anggota Polri memegang dan menjiwainya. 3 Nilai tersebut adalah Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum NKRI yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, dan Senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan keikhlasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban,” urainya.

Berdasarkan uraian Tribrata itu, Muhdar juga menyimpulkan bahwa tindakan represif yang terjadi sangatlah mencederai sikap anggota kepolisian sebagai Abdi negara yang memikul amanah bangsa sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Pages: 1 2

Advertisement

Trending