Ditemukan Nelayan, Hiu Tutul Hebohkan Warga Kota Palu
Connect with us

Humaniora

Ditemukan Nelayan, Hiu Tutul Hebohkan Warga Kota Palu

Published

on

KlikPALU – Warga Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (22/09/2017) pagi sekira pukul 10.30 Wita, dibuat gempar dengan ditemukannya seekor ikan Hiu paus atau Hiu Tutul sepanjang kurang lebih lima meter yang terjaring pukat nelayan di Teluk Palu di tengah laut.

 

Menurut Afdal Haleko, pemilik jaring, tidak ada hal yang aneh saat akan menarik jaring yang sudah dilepas. Namun saat akan ditarik jaring terasa sangat berat tidak seperti biasanya.

 

“Saya dan beberapa rekan lainnya sudah siap untuk menarik jaring yang sudah kami lepas, namun saat menarik terasa sangat berat dan pas sampai ke tepi pantai ternyata seekor Hiu tutul yang masih hidup,” ucap Afdal yang diiyakan rekan-rekannya.

 

Alhasil, penemuan ikan Hiu Paus tutul ini menghebohkan warga Kota Palu, sehingga warga Kota Palu mulai berbondong-bondong menuju pantai untuk menyaksikan peristiwa ini.

 

Rahman, salah satu warga yang datang melihat ikan Hiu ini langsung mengabadikannya lewat hand phone miliknya.

 

“Ini merupakan salah satu peristiwa langka yang ada, jadi momen seperti ini harus diabadikan,” ucap Rahman.

 

Lanjut pria yang mengaku bekerja di perusahaan swasta ini, ikan ini harus dikembalikan ke laut karena hiu jenis ini merupakan hewan yang dilindungi.

 

“Harus secepatnya dikembalikan ke laut, apalagi hiu jenis ini hewan yang dilindungi oleh negara dan populasinya mulai kurang,” tutup Rahman.

 

Awalnya nelayan yang menemukan hewan ini enggan untuk melepaskannya kembali. Mereka beralasan, jika dilepaskan lagi di laut, ikan itu akan kembali terjerat jala nelayan.

 

Namun kekhawatiran nelayan hilang setelah adanya petugas Dinas Perikanan Provinsi Sulteng yang datang ke lokasi dan memberikan penjelasan kepada para nelayan.

 

“Saudara-saudara tidak perlu khawatir jika ikan ini dilepas lagi ke laut, karena ikan ini tidak boleh kita bunuh karena merupakan hewan yang dilindungi,” ucap Edward yusuf, petugas Dinas Perikanan Sulteng.

 

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Polairud. “Kita masih menunggu teman-teman mereka untuk menarik ikan ini ke tengah laut.

 

“Harus segera kita tarik dan selamatkan ikan ini, jika dibiarkan di darat dan mati maka bangkainya akan membusuk dan menimbulkan bau busuk yang menyengat nantinya,” tutup Edward.

 

(Tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Advertisement

Trending